ikut bergabung

Perangkat Hukum Buat Penyandang Disabilitas Belum Memadai

Nurisnah

Hukum

Perangkat Hukum Buat Penyandang Disabilitas Belum Memadai

MAKASSAR, UJUNGJARI–Anak disabilitas seringkali mengalami kekerasan, baik itu kekerasan fisik, seksual, maupun jenis kekerasan lainnya. Sebut saja kekerasan seksual yang merupakan kasus kekerasan yang masih sering kita temui dalam kehidupan kita. Namun, faktanya perangkat hukum untuk melindungi penyandang disabilitas hingga saat ini dinilai belum memadai.

Akademisi sekaligus mahasiswi program doktor ilmu hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Nurisnah, SH,MH, angkat bicara soal ini . Dia menegaskan, setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik atau yang kita kenal dengan penyandang disabilitas, harus mendapat perhatian khusus dari semua pihak.

Menurut Isnah, anak perempuan penyandang disabilitas banyak memperoleh double bahkan tripel diskriminasi sebagai individu yang memiliki keterbatasan dan tidak dapat berdiri sendiri.

“Banyak kasus-kasus kekerasan dimana anak penyandang disabilitas yang menjadi korban namun belum mampu terselasaikan dengan baik. Salah satu penyebabnya adalah perangkat hukum yang tidak memadai. meskipun peraturan pemerintah tentang akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum diperadilan telah disahkan, namun semua itu lebih kepada sarana dan prasarana saja tetapi terkait hukum acara belum ada,” Ujar Nurisnah di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (29/04/2021).

Rata-rata kasus kekerasan terhadap anak penyandang disabilitas khususnya perempuan disabilitas pelakunya adalah orang terdekat korban misalnya saja keluarga, guru, teman bahkan anggota keluarga yang paling dekat dengan mereka yaitu orangtua. Padahal seharusnya, yang paling bertanggungjawab terhadap perlindungan hak-hak anak penyandang disabilitas adalah orang-orang terdekat korban.

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk melindungi anak penyandang disabilitas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi adalah dengan memperhatikan faktor penyebab terjadinya kekerasan itu. Misalnya saja faktor lingkungan. Faktor lingkungan perlu diperhatikan guna tumbuh kembang anak. Lingkungan yang sehat dan ramah (juga) perlu diperhatikan termasuk didalamnya kesadaran untuk menerima keterbatasan yang dimiliki oleh anak penyandang disabilitas.
Bagaimanapun, anak penyandang disabilitas sama seperti anak lainnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang didalam dirinya melekat hak asasi yang sama. ujar isnah, salah satu dosen di universitas swasta di Makassar.

Sementara itu, perangkat hukum yang ada masih harus dibenahi mulai dari aturan yang lebih spesifik terkait penyediaan sarana dan prasarana khusus bagi anak penyandang disabilitas ketika berhadapan dengan hukum, pendampingan utuh bagi anak disabilitas dalam hal pemenuhan haknya, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Dukungan dari keluarga serta kesadaran dari semua pihak untuk menghormati hak-hak anak penyandang disabilitas menjadi prioritas kemanusiaan, mengingat penyandang disabilitas berpotensi mengalami kekerasan disemua siklus kehidupannya, tutupnya. (*)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Hukum

Populer Minggu ini

Arsip

To Top