MAKALE, UJUNGJARI-Wisata religi Burake akhirnya ditutup.Sudah kurang lebih setahun wisata Burake tidak ada kunjungan wisatawan.
“Kondisi ini membuat sumber pendapatan daerah sektor retribusi milyaran rupiah hilang,” terang Ketua Komisi satu DPRD Tana Toraja Stepanus Maluangan, Senin (3/5).
Kata politisi PDIP ini, saat obwis Burake dibuka pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta perbulan, bahkan di bulan Desember lebih dari itu.
Komisi I DPRD Tana Toraja membidangi kepariwisataan, segera menindaklanjuti fenomena di objek wisata religi Buntu Burake.
Minggu ini komisi satu segera rapat dengar pendapat (RDP) dengan tokoh masyarakat setempat, Pemerintah Daerah mencari solusi sehingga obwis Burake dibuka, jelasnya.
Diakui legislator PDIP ini, dimasa Pemerintahan Bupati dan Wabup sebelumnya Nico-Victor (Nivi), masyarakat dari Burake dua kali gelar aksi ke DPRD menyampaikan aspirasi kekecewaannya janji Pemda ke masyarakat setempat.
Namun karena janji tinggal janji, ahirnya warga Burake mengambil tindakan obwis ditutup, masyarakat yang ingin masuk Burake harus naik ojek dari pintu masuk hingga kelokasi, demikian pula sebaliknya, pungkas Stepanus (agus).
