MAKALE, UJUNGJARI–Plt Dirut RSUD Lakipadada, dr Farma Lelepadang, bantah jika dirinya diam-diam melakukan mutasi perawat dan mengakomodir orang dekat bupati.
Kepada media ini, Senin (21/6) dr Farma menjelaskan, tidak ada pelanggaran penyegaran perawat selama ini bertugas menangani pasien Covid-19 diroling sebab pasien Covid-19 dirawat sudah kurang, bahkan sempat zero.
Rotasi tugas perawat non eselon lingkungan RSUD Lakipadada hal biasa, sebab tujuannya nakes tidak burn out dengan pekerjaannya kalau terus menerus di bidang yang sama.
Informasi bias berkembang rotasi internal perawat RSUD Lakipadada akomodir kolega Bupati, dr Farma bantah tidak pernah ada konfirmasi ke saya.
Tidak ada pelanggaran jika rotasi perawat hanya internal, kecuali kalau ada yang dipromosikan, atau keluar dari RSUD mungkin dipertanyakan.
Menurut dr Farma tudingan mengangkat keluarga istri bupati, Yeriana Somalinggi, sangat mengada-ada, dan itu fitnah.
Aturan promosi pejabat dan mutasi sangat jelas regulasinya, dan kewenangan Plt kami cukup paham. Tidaklah mungkin kita menabrak aturan, pungkas dr Farma (agus).
