BARRU, UJUNGJARI.COM — Arah dukungan beberapa pengurus Golkar Barru kepada bakal calon ketua Golkar jelang musda, mulai terbaca dan semakin kental kesannya jika terbelah. Meski dalam dinamika politik sikap politik seperti ini merupakan hal yang wajar.
Tetapi sikap larut dalam posisi tidak netral dari beberapa pengurus Golkar saat ini bisa menjadi potensi perpecahan pasca musda Golkar ketika struktur kepengurusan dibentuk.
Perbedaan pernyataan beberapa pengurus terbaca saat konferensi pers pekan lalu di kantor Golkar Barru yang dihadiri langsung Plt Ketua Golkar Barru Andi Ina Kartika.
Seperti diungkapkan Ketua Steering Committe (SC) Tahir Ali, bahwa saat ini Golkar membuka pintu baru bagi bakal calon ketua Golkar yakni untuk alumni Institut Pendidikan Politik. Bagi alumni Institut ini merupakan pintu baru pendaftaran bakal calon ketua Golkar.
Bahkan Tahir Ali menjelaskan jika alumni Institut juga sebagai tanda bahwa tanpa pernah menjadi pengurus, maka yang bersangkutan dinilai sebagai kader Golkar, sehingga secara otomatis tanpa harus memiliki diskresi (surat sakti) dari DPP Golkar.
Penjelasan Tahir Ali tentu mengarah kepada adanya peluang terbuka bagi Mudassir Hasri Gani (MHG) salah seorang tokoh muda yang disebut-sebut akan mendaftar sebagai bakal calon ketua Golkar Barru.
MHG sendiri satu dari dua tokoh politisi muda Sulsel yang merupakan alumni dari Institut Pendidikan Politik partai Golkar.
Bukan hanya pernyataan terbuka dari Tahir Ali saat konferensi pers yang menyatakan adanya peluang besar yang disebutnya sebagai pintu baru terhadap alumni Institut Pendidikan Politik Golkar yang mengarah ke MHG.
Kekuatan modal politik MHG yang juga sangat agresif dalam mencari dukungan kepada para pimpinan kecamatan. Selain MHG sendiri sudah mengklaim telah didukung enam Pimca Golkar ditingkat kecamatan.
“Insya Allah 6 Pimca Golkar dari 7 kecamatan masih solid mendukung saya untuk maju dalam pemilihan ketua Golkar Barru,” ujar Mudassir saat dihubungi, Sabtu (31/7).
Apalagi sebelumnya MHG yang rajin melakukan tour politik ke sejumlah tokoh masyarakat dan petinggi Golkar. Saat ini santer disebut-sebut jika selalu didampingi orang penting di DPD Golkar Barru. Termasuk ketika mekakukan pertemuan dengan beberapa Pimca disalah satu tempat di Makassar.
Begitu pula saat menemui Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe dikediaman pribadinya di Suppa. MHG lagi-lagi ikut didampingi pengurus Golkar Barru yang juga mantan anggota DPRD Barru itu.
Pernyataan Tahir Ali terkait diskresi dan pintu baru bagi alumni Institut Pendidikan Politik disanggah Plt Pimca Golkar Kecamatan Soppeng Riaja, Gustam Arma yang dalam musda ini dipercaya sebagai koordinator Organisation Committe( OC).
Diskresi dan Institut itu, kata Gustam tidak ada dalam juklak partai. “Soal diskresi dan Institut itu merupakan kebutuhan yang saat ini menjadi senjata terhadap bakal calon ketua Golkar yang akan maju dalam musda,” kata Gustam.
Gustam juga menyatakan jika Wakil Ketua Golkar Barru H Kamil Ruddin tidak perlu mengantongi diskresi untuk maju mendaftar sebagai bakal calon ketua Golkar.
“Selain pernah menjadi pengurus DPD Golkar Barru satu periode yakni 2015-2020. Kamil yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Barru juga masih menjabat sebagai Ketua MKGR,” terangnya.
Arah pernyataan Gustam juga menjadi isyarat jika dukungan Plt Pimca Golkar Soppeng Riaja ini mengarah ke Kamil Ruddin. Bahkan Gustam mengungkapkan jika dirinya sempat tidak diikutkan dalam beberapa pertemuan yang digelar pihak Golkar DPD Barru.
“Padahal saya ini masih pengurus Golkar Kabupaten Barru, meski saat ini diamanahkan sebagai Plt Pimca Golkar Soppeng Riaja,” tambah Gustam lagi. (Udi)
