ENREKANG, UJUNGJARI.COM — Berkat aspirasi anggota Komisi X DPR RI dari dapil III Sulsel Mitra Fakhruddin MB yang ia perjuangkan di pemerintah pusat, tujuh bulan lalu. Kini sebanyak 14.437 ribu siswa mendapat SK Bantuan Bea Siswa Program Indonesia Pintar (PIP) tahap I mulai dari Murid Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menegah Atas (SMA) hingga Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Enrekang.
Hal ini ditandai setelah Mitra Fakhruddin MB menyerahkan SK tersebut kepada Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang Saparuddin di lantai 3 Aula Pertemuan Dinas Pendidikan, Selasa (17/8/2021).
“Setelah setahun lebih saya diberi amat kepercayaan duduk di Senayan selaku anggota DPR RI. Alhamdulillah dengan perjuangan kita bersama-sama akhirnya program (PIP) yang yang kita usulkan di Kemnterian Pendidikan kemarin sudah terealisasi,” kata Mitra dalam sambutanya.
Menurutnya, walaupun sempat ada beberapa masyarakat yang menyatakan bahwa, program PIP yang ia perjuangkan di Pusat itu hanya janji belaka. Namun ia yakin bahwa apa yang ia perjuangkan di Pusat tersebut akan terialisasi nantinya.
“Kemarin adami orang bilang hoaks ji itu. Mitra tidak ada nabikin di Enrekang, tetapi saya juga katakan biar waktu yang menjawabanya karena ini adalah tanggung jawab moral kita untuk bagaimana menciptkan generasi-genarasi unggul di Enrekang,” ujar putra Bupati Enrekang H Muslimin Bando ini.
Pada kesempatan yang sama, Maliki staf ahli Mitra Fakhruddin menjelaska SK daftar penerima bantuan PIP jalur aspirasi ke sekolah-sekolah di Kabupaten Enrekang yang diusulkan ke pemerintah Pusat sebanyak 16.912 ribu, namun yang di akomodir sebanyak 14.437 ribu siswa penerima, 8.928 ribu untuk murid SD, 2.473 ribu untuk murid SMP, 1.477 ribu siswa SMA dan 1.559 ribu untuk siswa SMK.
“Total penerima beasiswa PIP khusus untuk Enrekang sebanyak 14.437 ribu mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA dan SMK. Reject sekitar 2.475 ribu,” beber Maliki.
Menurutnya, penyebab tidak diakomodir riject 2.475 ribu siswa tersebut karena ada beberapa kreteria yang mereka tidak penuhi salah satunya Nik sekolah tidak lengkap.Namun pihaknya akan berusaha untuk mengusulkan kembali di program PIP tahap II.
“Kita akan hubungi kemabali masing masing sekolah dan operator dapodik terkait dengan penyeba Reject untuk diperbaiki ulang disingkronkan ulang oleh opertor dapodik disekolah masing-masing sehingga ter update di Kementerian Dikbut RI untuk diusulkan kembali ditahap II. (suka)
