Site icon Ujung Jari

Polemik Randis Bupati, Kadis Kominfo Enrekang Angkat Bicara

ENREKANG, UJUNGJARI.COM –Menanggapi isu kendaraan oprasional  yang beredar yang dikaitkan dengan penanggulangan Covid-19 di kabupaten Enrekang, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Hasbar angkat bicara. Ia pun mengklarifikasi tentang hal tersebut.

Meurutnya, pemerintah Kabupaten Enrekang sejak 2020 hingga sekarang sudah fokus terhadap penanggulangan Covid -19 di Enrekang.

“Anggaran penanggulangan covid-19 sebesar 39 miliar lebih dan juga penganggaran pemulihan ekonomi sebesar 19 M itu sebagai bentuk upaya dan perhatian pemerintah dalam menanggulangi covid di Enrekang,” kata kepada awak media di Enrekang, Senin (6/9/2021).

Lanjut Hasbar menjelaskan terkait dengan transportasi Randis didasarkan pada kebutuhan yang mendesak dan kelancaran tugas bupati.

“Pengadaan Randis dianggarkan setelah melalui proses dan pertimbangan mulai RAPBD 2019, dan baru ditetapkan pada penganggaran APBD 2021,” ucapnya.

“Jadi pengadaan ini sudah sesuai dengan kebutuhan, tanpa mengganggu kegiatan penanganan dan pemulihan Covid,” pangkasnya.

Hasbar menambahkan, Pemda memahami adanya pihak yang telah memberi masukan dan kritikan sebagai bentuk tanggungjawab masyarakat ikut serta melakukan pengawasan agar pemerintahan berjalan dengan baik.

Dengan adanya penjelasan Kadis Kominfo Hasbar berharap polemik tidak berkembang lebih lanjut, dan menghimbau kepada masyarakat tetap fokus menjalankan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Bupati Enrekang, Muslimin Bando (MB) kembali aktif berkantor, Senin 25 Juni 2018 usai dirinya menjalani masa cuti kampanye karena ikut kembali mencalonkan diri sebagai calon bupati pada pilkada 2018.

Namun ia tidak menggunakan mobil dinasnya Toyota Land Cruiser Prado berkantor seperti biasanya. Sebab mobil tersebut rusak dan sementara di bengkel.

Untuk mendukung kegiatanya sebagai orang nomor satu di Bumi Massenrempulu, MB mengunakan mobil pribadinya Toyota Fortuner.

Juru bicara (Jubuir) MB, Umar mengatakan sebelum bupati MB cuti mobil dinas tersebut masih bagus. Namun setelah cuti mobil dinas tersebut rusak.

“Pak bupati berkantor menggunakan mobil pribadinya karena mobil dinasnya rusak. Padahal mobil itu dalam kondisi bagus sebelum cuti,” kata Umar, Senin (25/6).

Selain itu, MB enggan tinggal di rumah jabatan bupati. Dia memilih tetap tinggal di rumah pribadinya di Belajen Kelurahan Kambiolagi Kecamatan Alla.

”Pak bupati tidak tinggal di Rujab sebelum penetapan,” ujar Umar.

Terpisah, Rudding tukang bengkel mobil membenarkan jika mobil dinas bupati tersebut megalami kerusakan parah dengan menelan anggaran sekitar Rp 300 juta.

“Persenalanya yang rusak.Saya sudah pesan langsung alatnya ke Jepang karena kalau di pesan di Dealer Toyota sekitar Rp 300 juta,” ungkap Rudding. (suka)

Exit mobile version