MAROS, UJUNGJARI.COM— ‘Si Balung Lestari’ (sapi Bali unggul dan lestari) yang menjadi program Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijau Pakan Ternak (UPT-PTHPT) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel
berhasil meraih penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Sulsel 2021 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Penghargaan ini diserahkan Plt Gubernur Sulsel A Sudirman Sulaeman, Senin (6/9/2021) di kantor Gubernur Sulsel di Jl Urip Sumihardjo, Makassar.
Kepala UPT PTHPT Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel drh Nurlina Saking usai menerima penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Sulsel 2021 ini mengatakan, inovasi yang dilakukan di UPT-PTHPT yang berlokasi di Pucak, Maros, dilakukan karena sulitnya peternak untuk menemukan genetik asli sapi Bali Indonesia (hasil domestikasi banteng liar).
” Sehingga kami sebagai Kepala UPT telah berinovasi menghadirkan ‘Si Balung Lestari’ ini di Sulawesi Selatan dan berhasil hingga kami mendapat penghargaan dari Plt Gubernur Sulsel.
Ini merupakan inovasi kedua yang mendapatkan penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Sulsel, sebelumnya kami terima di tahun 2020 dengan inovasinya ‘Teseng Sapita’ yakni berdayakan peternak sapi di Sulawesi Selatan,” jelas drh Nurlina Saking.
Menurut drh Nurlina Saking, inovasi ‘Si Balung Lestari’ ini bertujuan menghasilkan sapi Bali yang kompetitif terhadap sapi eksotik dengan mengembalikan genetik nenek moyangnya (banteng) yang berat dewasanya mencapai 800 Kg/bobot lahir 16-17 Kg (jantan) dan betina sampai 670 Kg/bobot lahir 14-15 Kg.
Namun akibat dari dampak breeding (kawin sedarah) dan seleksi negatif (penjualan ternak bagus keluar daerah) peternak hanya dapat menemukan ternak kerdil, dengan bobot lahir kurang dari 13 Kg dan memiliki nilai jual rendah.
Hal ini berdampak pada rendahnya minat peternak memelihara sapi Bali, lebih memilih sapi eksotik/luar negeri seperti Limousin, Simmental dan Brahman yang performanya lebih besar.
Dijelaskan drh Nurlina Saking, Metode kawin suntik (metode inseminasi) antara sapi Bali Sulsel dan sperma sapi turunan banteng (banteng cross) yang menjadi target saat ini.
“Langkah seperti inilah yang akan terus kami lakukan untuk kembali melahirkan sapi jenis balung ini,” kata dokter dewan ini.-
