Site icon Ujung Jari

Pegawai Positif Covid-19 Terus Bertambah, Balaikota Disemprot Desinfektan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Jumlah pegawai Pemkot Makassar yang terkonfirmasi positif covid-19 terus bertambah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin, hingga saat ini, pihaknya sudah melakukan skrining terhadap 966 pegawai di balaikota. Dari hasil skrining, ditemukan 18 orang terkonfirmasi positif covid.

“Mulai tanggal 4 dan7 Februari, kita skrining 571, di rapid positif ada 10. Dilanjutkan dengan PCR ada 9 orang yang terkonfirmasi postif. Tanggal 8, kita skrining lagi sebanyak 395 orang. Kita langsung PCR, rapid positif itu 9 orang, kita lanjutkan ke PCR, tenyata 9 orang juga terkonfirmasi positif. Jadi total yang kita skrining di balaikota itu sebanyak 966 orang dnegan positif 18 orang,” ungkap wanita yang akrab disapa dr Ida, Kamis (10/2).

Menyikapi semakin meningkatnya jumlah pegawai yang terkonfirmasi positif, sudah ada edaran dari Pemerintah Kota Makassar untuk melakukan penyemprotan di seluruh sarana perkantoran milik Pemkot Makassar.

Penyemprotan desinfektan dimulai dari kantor wali kota Makassar (balaikota) di Jalan Ahmad Yani. Agar penyemprotan dilakukan secara maksimal, maka pegawai diminta dipulangkan.

Selain itu, Pemkot Makassar kembali melakukan work from home (wfh) dan work from office, masing-masing 50 persen.

“Untuk ersiapan dan kebijakan selanjutnya, masih menunggu lagi bagaimana terkait kajian epidemiologi,” kata dr Ida.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Achmad Hendra Hakamuddin, Kota Makasar yang juga Satgas Covid-19 menerangkan, penyemprotan desinfektan dilakukan di Balaikota pada Kamis (10/2).

“Sebenarnya penyemprotan akan dilakukan selama dua hari. Namun bisa tuntas sehari. Jadi besok, (hari ini) penyemprotan rencana akan dilakukan di kantor gabungan dinas Jalan Urip Sumoharjo dan kompleks Teduh Bersinar,” ungkap Achmad Hendra.

Menurutnya, penyemprotan desinfektan dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19. (**)

Exit mobile version