Site icon Ujung Jari

Prestasi Luar Biasa, 73 Penghargaan Melekat Pada Kepemimpinan MB Selama 8 Tahun

ENREKANG,UJUNGJARI.COM — Sebagai Bupati Enrekang, Drs H Muslimin Bando, MPd tidak main-main untuk memajukan daerah yang dipimpinnya.

Terbukti, sejak ia dilantik memimpin Bumi Massenrempulu 2013 lalu, ia langsung tancap gas. Muslimin Bando langsung menggelorakan Gerakan Membangun Enrekang Maju, Aman dan Sejahtera (EMAS) kepada seluruh aparat pemerintah dan masyarakat.

Guna mensukseskan program Gerbang Emas, Muslimin menyusun dua skenario besar. Yang pertama adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) seluruh masyarakat Enrekang.

Termasuk para aparat pemerintah.
Hasilnya, setelah memberikan izin belajar bagi para pegawai, sudah ribuan PNS yang kini menyandang titel
S2.Bahkan ada beberapa diantaranya yang meraih predikat doktor.

Selain itu, bupati yang akrab disapa MB ini terus menggenjot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD).

Dalam kurun waktu kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi era Bupati-Wabup Enrekang Muslimin dan Asman
menempati urutan ke II dari 24 kabupaten di Sulsel dengan capaian 72,15.

Peringkat ini lebih tinggi 0,1
sekian dari Kabupaten Luwuk Timur yang berada di peringkat satu dengan capaian 72,16.Penentuan indeks
ini berdasarkan beberapa indikator yakni, kinerja pemerintahan, diantaranya pendidikan meningkat, kesehatan meningkat dan daya beli masyarakat tinggi.

Selain itu,MB juga mampu menorehkan prestasi dengan mengantarkan daerah ini meraih 61 penghargaan selama
tujuh tahun kepemimpinanya.Baik tingkat nasional maupun level provinsi.

Salah satunya adalah penghargaan
tertinggi bidang Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu,juga meraih juara satu tingkat nasional sebagai Kabupaten Sehat tahun 2015,serta juara satu Kabupaten Peduli HAM selama dua kali berturut-turut,
yakni 2014 dan 2015.

Untuk tahun 2016 saja,tercatat ada 20 penghargaan yang telah diraih. Tiga diantaranya pada skala nasional.

Masing-masing juara II Pemanfaatan Pekarangan Rumah Hatinya PKK tingkat Nasional. Juara II Cipta Menu
B2SA (Berimbang,Bergizi, Sehat dan Aman).Diraih pada Hari Pangan Sedunia Tingkat Nasional ke-36 di Jawa
Barat.

Total pengharaggan yang raih pada pride pertamnya sebanyak 55 penghrgaan.

Pada awal kepemimpinanya bersama Asman SE 2019 kemarin, keduanya meraih lima penghargaan.Periode kedua
ini keduanya kembali meraih 16 penghargaan.

Salah satunya meraih penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Enrekang Atasa Keberhasilannya Menyusun dan Menyajiakan Laporan Keuangan dengan Opini WTP tiga kali berturut-turut.

Begitupun juga pada tahun 2019 dan tahun 2020 ada beberapa penghargaan yang telah ia raih diantaranya
Piagam penghargaan dari Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) kepada bupati Enrekang sebagai jura II tertip Arsip OPD
Pemrov Sulsel,Arsiparis teladan dan launching ArsipNA keluarga.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat sudah mengakui apa yang dilakukan Pemkab Enrekang
selama ini sudah benar,”ujar mantan guru dan loper koran ini.

Sementara pembangunan di bidang infrastruktur, MB fokuspada pembangunan jalan lingkar timur. Mulai dari Kecamatan Maiwa dekat perbatasan Kabupaten Sidrap, hingga ke Kecamatan Baraka.Untuk membuka akses desa-
desa di sepanjang lingkar timur, disiapkan anggaran puluhan miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 12
kecamatan yang tersebar di Enrekang.

Terbukti, selama kemimpinanya tujuh tahun empat bulan, semua akses menuju
desa sudah diperbaiki dan bahkan sudah ada yang dirabat beton salah satunya di Desa Parombean Kecamatan
Curio-Enrekang.

“Selama kepemimpinanya pak bupati Enrekang ini Maju terutama jalan menuju desa termasuk lorong
perkampungan,” kata P Ati salah satu warga kabupaten Enrekang sembari mengatakan periode pertama maju pak
bupati (MB) saya tidak dukung,nanti periode keduanya baru saya dukung karena sudah terbukti pada peride
pertama.

Seandainya pak bupati (MB) bisa tiga kali
menjabat bupati,saya yakin akan terpilih lagi.

Bidang pendidikan juga menunjukkan peningkatan prestasi. Kinerja para guru dan pengawas sekolah pada
ujian kompotensi yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Enrekang keluar sebagai juara tiga se-Sulsel.

Yang paling menggembirakan, lanjut bupati yang pernah menjadi guru ini, sebanyak 11 sekolah di Enrekang
menerima penghargaan Adiwiyata dari Menteri Lingkungan Hidup. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Selain itu, MB juga telah berhasil mencetak sarjana-sarjana baru dari kalangan pegawainya. Sedikitnya
kurang lebih 1.000 orang yang telah menyelesaikan kuliahnya.

Baik strata satu (S1) maupun S2. .
”Sejak dilantik pada bulan Oktober 2013, visi misi saya yang utama adalah memberi peluang sebesar-besarnya bagi
pegawai untuk melanjutkan pendidikannya. Caranya, dengan mengubah hari kerja dari 6 hari menjadi 5 hari.

Sabtu dan Minggu libur. Itu kesempatan bagi pegawai untuk menuntut ilmu,” ujar bapak empat anak ini.

Sebelumnya, bidang kesehatan selalu menjadi sorotan. Itu sebagai dampak dari terjadinya kekurangan dokter.
Akibatnya, banyak warga yang berobat keluar daerah.

Merespons persoalan itu, MB kemudian mendatangkan empat dokter ahli dari Unhas. Olehnya, dokter ahli tersebut
digaji dengan angka yang terbilang fantastis. Rp25 juta per bulan.

Bidang pertanian juga telah menunjukkan peningkatannya.
Setiap tahun, produksi petani bawang merah mencapai 6.000 ton. Lahan pertanian yang tersebar di Kabupaten
Enrekang seluas 6.000-7.000 hektare.
Omzet dari petani per satu kali panen mencapai Rp1,5 triliun.

Melampaui PAD (Pendapatan Asli Daerah) Enrekang 2016 yang tidak lebih dari Rp1 triliun.

“Petani bawang kita dalam per hektarenya menghasilkan 10 ton. Sedangkan luas lahan pertanian bawang merah kita 6.000-7.000 hektare,” kata Muslimin Bando.

”Jika dikalikan dengan 6.000 ton dengan harga bawang merah sekarang Rp25 ribu, berarti uang yang masuk
Enrekang melalui bawang merah mencapai Rp1,5 triliun. Lebih besar daripada PAD-nya Enrekang 2016,” tambahnya.

Atas capaian itu, menurut Muslimin, bank-bank yang ada di daerah ini memperoleh peringkat penabung terbesar.

Selain itu, Bumi Massenrempulu juga masuk tiga besar penghasil bawang merah di Indonesia. Karenanya,
Enrekang bisa penentu terjadinya inflasi.
”Bukan hanya bawang. Tapi kita juga penghasil wortel, kol, kentang, cabe, kopi, lada, cengkeh dan masih banyak hasil bumi lainya,” kuncinya.

Terpisah, wakil bupati Enrekang Asman SE mengatakan, selama kepemimpinannya bersama dengan bupati Enrekang (MB) lewat visi misinya Enrekang Maju Aman dan Sejahtera (EMAS) senatiasa mendorong pembagunan di Enrekang.

“Kita sadari juga bahwa mungkin masih banyak kekurangan-kekuragan tapi harapan saya bahwa marilah
kita bersama bergandengan tangan bagaimana kita memperbaiki yang kurang. Kalau ada yang kurang dan
kalau ada yang telah kita perbuat mari kita jaga sehingga kampung kita ini menjadi darah yang lebih maju
kedepan,” kata Asman.

Yang terlebih khusus, lanjut Asman, bahwa di tengah pandemi Covid-19 ia mengajak kepada seluruh elemen
masyarakat di kabupaten Enrekang untuk saling mengingatkan mengikuti protol kesehatan agar terbebas
dari bahaya Virus Corona yang sedang mewabah dimuka Bumi ini.

“Terlebih khusus bahwa di tengah-tengah pandemi ini mari kita bersama-sama untuk menghadapi ini. Saling
mengingatkan mengikuti prokes dan mudah-mudahan kita
semua terbebas dari bahaya virus corona dan Insaya Allah kedepanya Enrekang lebih solid. Enrekang lebih
maju kalau kita semua elemen bersatu padu untuk saling mensuport membantu demi kebaikan untuk daerah kita yang
kita cintai ini,” harap Asman.

Menaggapi hal tersebut, pimpinan (wakil ketua I) DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu dari Fraksi NasDem mengapresiasi atas pencapaian MB selama memimpin Bumi
Massenrempulu tujuh tahun empat bulan. Atas pencapaian tersebut membuktikan bahwa Bupati Enrekang beserta jajaranya telah memperlihatkan hasil terhadap peningkatan ekonomi masyarakart kabupaten Enrekang.

“Pada ulang tahun Enrekang yg ke 61 tahun ini saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada bapak bupati
dan wakil bupati beserta jajaranya. Beliau lewat visi dan misinya yaitu Enrekang Maju Aman dan Sejahtra serta
religius (EMAS). Alhamdulillah dalam perjalanan beliau memimpin Enrekang sukses dengan dibuktikan oleh
segudang prestasi tapi bukan berarti pemerintahan ini sempurna, tentu ada hal-hal yg selalu perlu kita
tingkatkan di dalamnya yang sejatinya untuk kepentingan masyarakat,” ucap Ikrar.

Ia mengatakan, pencapaian yang ia raih itu bukan sebuah kepuasan untuk tidak berbuat lagi yang terbaik untuk
masyarakat Bumi Massenrempulu,tetapi itu adalah penyemangat untuk terus berbuat yang terbaik lagi.

“Semoga pencapain 62 penghargaan itu penyemangat pemkab Enrekang untuk terus berbuat yang terbaik lagi.Selamat
ulang tahun Kabupaten Enrekang yg ke 61 tahun. Mari terus bersinergi bersama untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat Kabuapten Enrekang,” tutup Ikrar. (Suherman Karim)

Exit mobile version