Site icon Ujung Jari

Pengurus Cabor Pilih Roem daripada Yasir, Pengalaman Jadi Penilaian

MAKASSAR, UJUNGJARI – Sejumlah pemilik hak suara (voters) dalam pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel rupanya lebih menjagokan Mohammad Roem ketimbang Yasir Susanto Machmud dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sulsel, 25-27 Maret 2022 nanti.

Bukan tanpa alasan, seperti yang dikemukakan Didin Halim, Sekretaris Umum (Sekum) Cabor Percasi Sulsel. Menurutnya, kehadiran HMR untuk kembali mengurus KONI Sulsel tidak lain karena desakan pengurus cabor termasuk Percasi dan 14 KONI kab/kota.

“Karena sosok HMR lebih piawai dan mumpuni serta lebih berpengalaman, apalagi memiliki bukti nyata pernah bersama kontingen Sulsel meraih 6 besar tingkat nasional. Mengurus olahraga tentu tidak sama mengurus bisnis atau perusahaan, sebab olahraga bukan persoalan untung rugi. Tetapi bagaimana sinergi tercipta antara pengurus KONI kabupaten/kota cabor, pelatih, tenaga-tenaga olahraga lainnya untuk menghadirkan atlet binaan yang berprestasi. Demikian pula mampu berkolaborasi dengan pihak legislatif, tokoh olahraga Sulsel dan pemerintah,”urai Didin, yang juga pernah menjabat Sekum KONI Maros, 2 Periode itu.

Selain dari Cabor PERCASI Sulsel, kepercayaan untuk Roem menakhodai KONI Sulsel juga datang dari Persatuan Kempo Indonesia (PERKEMI) Sulsel. Dimintai komentarnya terkait 2 calon Ketum KONI Sulsel, Bonay Syam mengutarakan jika ia yang mewakili Pengprov PERKEMI Sulsel, mendukung Roem di perebutan kursi ketua induk olahraga di Sulsel ini.

“Karena beliau sudah berpengalaman di 2 PON, waktu beliau selaku ketua harian KONI di PON Sumsel dan PON Kaltim. Kaltim rangking 6 dan Sumsel 7. Beliau sangat paham likaliku pengembangan prestasi di cabang olahraga. Tentang pendanaan olahraga beliau mantan Ketua DPRD Sulsel , apalagi dana hibah sekarang lewat Dispora. Beliau sudah berpengalaman lah. Dan yang takal pentingnya hubungan dengan cabor sangat baik,” beber Sekum PERKEMI Sulsel itu.

Selain itu, Bonay juga menitipberatkan terkait pelaksanaan pemilihan calon ketua. Ia menilai olahraga tidak boleh disusupi dengan politik dan bisnis.

“Ini utuh pengabdian dan pengorbanan, dan hubungan baik dengan cabor, dan selalu melakukan pertemuan untuk memecahkan masalah demi peningkatan prestasi olahraga yang ada di Sulsel,” tutup Bonay.

Diketahui dalam Musorprov Pemilihan Ketua KONI Sulsel ini akan memperebutkan 74 suara, terdiri dari 50 suara induk cabang olahraga dan 24 dari KONI kabupaten/kota. (cha)

Exit mobile version