BARRU, UJUNGJARI.COM — Pasca hari jadi Kabupaten Barru ke 62, dua pejabat penting berkunjung ke daerah leluhurnya. Kedua pejabat itu adalah Bupati dan Walikota.
Pejabat yang pulang kampung ini yakni Walikota Bontang, Basri Rase, S.Ip, dan Bupati Toli-toli Amran Yahya.
Keduanya melakukan kunjungan kerja di kabupaten Barru dalam rangka silaturahmi dengan Pemda Barru, keluarga dan masyarakat daerah ini.
Seperti Walikota Bontang Basri Rase, selain bersilaturahmi dengan Bupati Barru sekaligus menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan DDI Mangkoso, Rabu (2/3).
Bupati Barru Suardi Saleh menyambut Walikota Bontang di Rujab Bupati, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru drg.Hj Hasnah Syam, MARS dan Sekretaris Daerah Dr. Ir. Abustan AB, M.Si. bersama jajaran pejabat daerah.
Setelah berbincang lepas dan perjamuan, Bupati Barru bersama rombongan Walikota Bontang menuju Pondok Pesantren DDI Mangkoso untuk memenuhi jalinan kerjasama tentang Tridarma Perguruan Tinggi khususnya dibidang pengabdian kepada masyarakat.
Di Mangkoso, Anregurutta Prof DR HM Faried Wajdy, MA selaku Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso menyambut hangat rombongan dua daerah bersahabat ini.
Dalam sambutannya, diawali oleh Bupati Barru Suardi Saleh yang mengucapkan selamat datang kepada Walikota Bontang Provinsi Kalimantan Timur di Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang biasa disebut Kota Santri.
“Kabupaten Barru memiliki Visi mewujudkan Barru yang Sejahtera, Mandiri, Berkeadilan dan Bernafaskan Keagamaan. Sejalan visi ini menjadi arah perjalanan pembangunan Kabupaten Barru selama tahun 2020-2025 dengan upaya yang ingin dicapai dan apa yang harus dilakukan dengan mewujudkan masyarakat tetap berlandaskan visi keagamaan,” kata Suardi.
Dirinya menyebut bahwa DDI Mangkoso sebagai ikon Kabupaten Barru yang selalu menopang visi daerah khususnya pembangunan keagamaan.
“Ya, kalau pembangunan kita di Barru selalu menjadikan pendidikan keagamaan sebagai prioritas maka daerah ini bisa maju dan sejahtera, berkah,” sebut Suardi Saleh yang dengan rendah hati.
Ia mengakui proporsi santri dari luar Barru di DDI Mangkoso cukup dominan, bahkan berprestasi semisal santri yang berasal dari Kota Bontang dan berhasil menjadi Hafidz Qur’an 30 Juz.
Dirinya juga dengan terbuka dan bahagia mengungkapkan rasa syukur karena tiga tokoh yang hadir di kegiatan ini, semuanya pernah didoakan oleh Anregurutta Prof. Faried Wajdy.
Disebutkan, selain dirinya, Walikota Bontang Basri Rase dan Anggota DPR RI sebelum maju dalam Pilwali dan Caleg terlebih dahulu sowan kepada Anregurutta.
Sementara itu, Walikota Bontang Basri Rase,S.IP mengucapkan terima kasih kepada Bupati Barru dan Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso serta Ketua Tim PKK Barru serta segenap masyarakat Barru atas penyambutannya selama berada di Kabupaten Barru.
“Terasa berat rasanya karena maksimalnya pelayanan Kakanda Bupati Barru dan Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, tujuan kedatangannya di Barru selain bersilaturahmi, melakukan MOU, juga ingin melepas Nadzar,” urai Basri.
Dirinya berkisah bahwa sebelum menjadi walikota, Dia bersama Bapak Almarhum Ady Darma pernah sengaja datang meminta wejangan dan doa dukungan kepada Anregurutta, termasuk safari ibadah dengan Sholat di Masjid Mangkoso kemudian ziarah kubur di makam Anregurutta H. Abdul Rahman Ambo Dalle, Sang Maha Guru dari Tanah Bugis.
“Saya niatkan itu waktu, kalau apa yang kami cita-citakan bila terwujud maka saya akan kembali kesini,” ujarnya.
Selaku Walikota Bontang, Ia mengurai impiannya mewujudkan Kota yang ia pimpin menjadi Kota Tahfiz Al Qur’an, menjalin MoU dengan DDI Mangkoso merupakan salah satu upaya mewujudkan hal itu, apatahlagi Ikatan Dai Muda Bontang didominasi Alumni Santri DDI Mangkoso dari Bontang.
Dia juga merasa terharu karena ternyata santri asal daerahnya berhasil menjadi penghafal Al Qur’an 30 Jus.
Di Mangkoso ini, jumlah santri kurang lebih 3000 orang, 49 diantaranya adalah santri asal Bontang dan dua diantaranya sukses menghafal 30 juz. (**)
