TAKALAR, UJUNGJARI-Dugaan penganiyaan salah seorang siswa kelas III SMA Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Takalar, Herza Muhammad Bilal yang telah bergulir pemeriksaannya di meja tim penyidik Polres Takalar telah dibantah oleh oknum Guru berinsial AB terduga pelaku penganiayaan.
AB membantah dengan keras telah melakukan penganiayaan dalam bentuk menampar berkali kali, bahkan dirinya (Guru, Red) juga tidak mengakui telah menendang dan memukul perut sang siswa.
” Apa yang diceritakan oleh orang tua siswa itu sangat tidak benar, saya tidak menampar berkali kali seperti apa yang diberitakan, saya juga tidak menendang dan memukul perut siswa itu, saya hanya menampar dua kali, itu karena saya khilaf dan saya telah meminta maaf pada kedua orang tua siswa itu,” Urai Artiwan Bangsawan, Sabtu (26/3/2022)
Menurut AB insiden dugaan penganiayaan terjadi, saat siswa bernama HMB mengambil gambar Guru dan teman temannya dalam ruang kelas kemudian mengirim hasil gambar kedalam grup WhatsAp,
” Saya mengaku salah Pak, karna telah menampar dua kali, karena itu siswa mengambil gambar Guru dan teman temannya, termasuk gambar saya kemudian siswa itu mengirim fhoto fhoto itu ke dalam grup WhatsAp dan tamparan yang saya berikan semata mata sekedar untuk pembinaan agar siswa tidak mengulangi lagi perbuatannya,” Ungkap Sang Guru.
Menurut Guru AB, dari 5 orang siswa yang diduga telah melakukan pelanggaran, 4 orang siswa setelah diberi penjelasan didepan penyidik Polres telah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu.
” Siswa lain dan orang tua siswa bahkan sudah minta maaf kepada saya di depan penyidik waktu ada upaya mediasi,” Ucapnya
Lanjut AB, dengan foto foto yang telah dishare kegruf medsos siswa HMB telah dilapor balik ke unit IT Tipiter Polres Takalar atas dugaan pelecehan.
” Siswa itu malah telah dilapor balik oleh temannya yang tidak terima mereka difoto atas dugaan pelecehan,” Katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas SMA Pemprov Sulsel Cabang Takalar, Abdul Rahim saat dikonfirmasi sekaitan insiden yang terjadi diawal Bulan Maret ini turut prihatin dan menyayangkan insiden tersebut.
” Kami sangat prihatin dan sangat menyayangkan kejadian itu, untuk selanjutnya kita serahkan masalah ini pada pihak pihak terkait untuk menyelesaikan sesuai prosedur, pun kalau Guru itu terbukti bersalah pasti akan diberi sanksi,” Kata Abdul Rahim. (Ari)
