BARRU, UJUNGJARI.COM — Pengentasan Stunting di Kabupaten Barru terus digalakkan. Kini aksi II akan fokus melakukan pengentasan pada 13 titik lokasi desa dan kelurahan dibeberapa kecamatan.
Untuk memaksimalkan pengentasan stunting ini, pemerintah daerah membagi perangkat daerah dan stakeholdernya dalam beberapa aksi konvergensi stunting dengan menyusun perencanaan yang lebih fokus.
Untuk mendukung penguatan komitmen ini. Pemkab menggelar rapat dipimpin Sekda Barru, Dr. Ir. Abustan AB M.Si di lantai II Bappeda Barru, Senin (18/4).
Penguatan ini ikut menghadirkan narasumber handal dari Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Project Region Makassar, Hanura Talib, rapat penguatan komitmen ini berjalan dengan lancar dan saling menguatkan.
“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah karena berkaitan erat dengan Penciptaan Kualitas SDM Indonesia,” urai Abustan.
Agenda pelaksanaan Aksi 2 diantaranya adalah menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.
Sebelumnya aksi satu yakni analisis situasi telah dilaksanakan sekitar bulan lalu dibawah arahan drg. Hj. Hasnah Syam MARS selaku unsur Pimpinan Percepatan Penanganan Stunting Barru.
“Diharapkan bahwa semua bersinergi, melaksanakan tugas sesuai tanggungjawab dan kewenangan masing-masing, sehingga bisa menurunkan angka stunting Kabupaten Barru yang berdasarkan data SSGI Tahun 2021 berada di angka 26,4%,” pungkas Abustan.
Sementara itu Unsur Pimpinan Percepatan Penanganan Stunting Barru’ drg. Hj. Hasnah Syam MARS yang pada saat sama sedang bertolak ke luar daerah untuk melaksanakan tugas selaku legislator nasional, memantau hal ini dan memberi support.
“Assalamualaikum warahmatullah, Tabe’ Bapak dan Ibu yang saya banggakan untuk (hasil rapat) agar ditindaklanjuti dengan penuh rasa tanggung jawab, maaf saya ijin belum bisa hadir, terima kasih dan salam sehat serta tetap semangat,” ucap Hasnah Syam.
Berdasarkan regulasi, diatur delapan fokus rencana aksi konvergensi Stunting, dan di rapat kali ini mengeluarkan fokus lokus Stunting untuk Aksi II meliputi diantaranya Desa/Kelurahan, yakni : Sumpang Binangae, Coppo, Lompo Riaja, Mangempang, Harapan, Pao-pao, Lalabata, Lampoko, LasitaE, Lipukasi, Binuang, Tellumpanua, dan Palakka. (Udi)
