Site icon Ujung Jari

Hadiri Hari Bakti IDI, Suardi: Dokter Profesi Paling Dikenang

BARRU, UJUNGJARI.COM — Bupati Barru Suardi Saleh mengakui dokter merupakan profesi yang paling banyak dikenang masyarakat. Terutama kalau ada pasien yang sembuh dan meninggal dunia pasti menanamkan pesan kuat kepada pihak keluarga pasien.

Hal ini diakui Bupati Barru Suardi Saleh saat menghadiri hari bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Barru menggelar Puncak peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-114 Tahun 2022.

Acara yang dipusatkan di Lapangan Assangkari Desa Madello, Kecamatan Balusu Kabupaten Barru pada hari Sabtu  (27/5).

IDI menggelar kegiatan sosial untuk masyarakat. Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Barru Suardi Saleh dan Ketua Tim PKK yang juga Anggota DPR RI Komisi IX drg Hj Hasnah Syam, MARS.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan dr Amis Rivai, Direktur Rumah Sakit Umum drg Ulfa Nurul Huda, MARS, Ketua IDI dr Suriadi Nurdin, Sp.B, Menejer PLTU Indonesia Power Ria Indrawan, Camat Balusu Ridwan Nurdin, Lurah Takkalasi Sukarman, para Kepala OPD, Kepala Bagian Lingkup Pemkab Barru.

Kepala Puskesma SE Kabupaten Barru,Para Ketua Organisasi profesi kesehatan Kabupaten Barru.

Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia tahun ini bertema ‘IDI Reborn Berbakti Untuk Negeri, Mengabdi Untuk Rakyat’.

Bupati Barru Suardi Saleh,  menyampaikan atas nama pemerintah dan pribadi mengucapkan selamat Hari Bakti Dokter Indonesia (IDI) dan terima kasih kepada para Dokter yang tergabung dalam IDI yang telah  melaksanakan tugas mulia dan berbakti mencurahkan tenaga demi melindungi kesehatan masyarakat.

Dirinya berterima kasih kepada Dokter karena telah membantu pemerintah memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dan mengutamakan upaya promotif dan preventif.

Ia mengapresiasi IDI yang mengambil peran penting dalam penanganan covid-19 sejak tahun 2020.

“Saya mengakui sebagai orang yang belatar belakang seorang insinyur harus kalah dari Ibu berprofesi dokter. Saya dengan ibu memang kalau persoalan mesra ok, tapi profesi saya akui kalah. Anak dua insinyur mengikuti bapak dan dua dokter mengikut ibu. Sekarang ini sudah ada lagi menantu seorang dokter otomatis kalah lagi,” terangnya.

Kelebihan dokter banyak dibanding profesi lainnya, misalnya seorang pasien yang sembuh atau meninggal pasti yang dikenang keluargannya dokter.

“Pasti kata orang siapa dokternya bukan insinyurnya yang dicari siapa yang membikin rumah pasien tersebut,” ucapnya.

Kemudian teringat sebuag lagu lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati pasti kalau dipilih sakit gigi karena hanya itu yang ada obatnya.Kalau sakit hati tak ada obatnya.

“Hari ini merupakan hari puncak hari dokter 114, Alhamdulillah terlaksana dengan baik. Terima kasih Bapak Bupati dan Ibu Ketua PKK yang juga Anggota Komisi IX serta  teman teman sejawat yang turut hadir dalam kesempatan ini,” kata Ketua IDI dr Suriadi Nurdin.

Dokter spesialis bedah ini mengungkapkan, untuk memeriahkan hari bakti Dokter Indonesia melaksanakan berbagai acara.

Dokter yang memiliki wadah IDI, bukan hanya agen penyembuh, tetapi juga agen lain seperti sosial dan lainnya.

“Kami berharap kolaborasi dengan organisasi profesi lain. Kami IDI siap menjadi parnert dengan pemerintah. Kami siap membuka mata apa yang menjadi persoalan dilapangan,” ujar Suriadi.

“Dokter sejak dulu mendepankan kepentingan umum dari kepentingan lain.InshaAllah organisasi siap untuk itu,” jelasnya. (Udi)

Exit mobile version