Site icon Ujung Jari

Warga Desa Lompo Tengah Serahkan Lahan Demi Pelebaran Jalan 

BARRU, UJUNGJARI.COM — Warga desa Lompo Tengah mendukung penuh pelebaran badan jalan dan drainase. Bahkan masyarakat disepanjang jalan poros ini menggratiskan sebagian lahannya demi proyek tersebut.

Keikhlasan dan ketulusan hati warga terlihat nyata di video ini, menggugah netizen dan membangkitkan gelora rasa Yassiberrui di Bumi yang Bernafaskan Keagamaan, Rabu (1/6).

“Yang saya tahu, To Berrue (Orang Barru) kalau untuk urusan yang begini selalu terdepan. Terkenal sampai ke Ibukota, pembebasan lahan untuk kepentingan umum selalu jadi contoh,” tulis Taufik, di Grup WA FDKB.

Saat ini, pekerjaan pelebaran jalan poros Pekkae-Buludua dalam tahap progres. Padahal sebelumnya kondisi jalan ini cukup lama tergenangi air sehingga badan jalan mudah berlubang dan becek.

Bahkan pihak Pemkab Barru pernah ikut turun tangan membenahi kerusakan jalan yang semestinya bukan menjadi kewenangannya. Namun karena jalan merupakan kepentingan umum sehingga Pemkab turut berperan.

Sebelum jalan ini diperbaiki, pihak Pemerintah Kabupaten Barru meminta pimpinan wilayah setempat, yakni Camat Tanete Riaja Musakkir Aliah, untuk bersama unsur Tripika Kecamatan dan pihak Pemerintah Desa, untuk turun mensosialisasikan adanya perbaikan jalan untuk kepentingan bersama di tengah masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut serta di lapangan dalam rangka edukasi warga, ini kami lakukan supaya tdk ada warga kami yg merasa “Terdzolimi” atas kegiatan perbaikan/pelebaran jalan lintas Provinsi ini yg tentunya demi kebaikan dan kemaslahatan kita bersama. Kita semua berharap agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kades Lompo Tengah, Syahrir Akho.

Pihak Desa bergerak bersama Camat dan stakeholder terkait untuk intens komunikasi ke Warga terdampak, sejak April, begitu diketahui bahwa pengerjaan jalan telah siap dimulai, dan anggaran tidak mengakomodasi penggantian bangunan terdampak di sempadan jalan.

“Pertengahan April lalu, kami bersama Pak Camat, Kepala Dusun dan PPK dari PU Prov mendatangi sejumlah rumah yg berpotensi terdampak kegiatan pelebaran jalan tersebut.

“Alhamdulillah, dari sekian banyak rumah yg disinggahi, tidak ada yang menyatakan keberatan atas kegiatan pembangunan jalan ini. Trimakasih,” ujar Syahrir.

Langkah warga memperoleh apresiasi dan doa dari netizen mengalir diberbagai Medsos.

“Teringat proyek pelebaran jalan poros Makassar-Pare menjadi dua jalur dengan empat lajur, saat itu Kabupaten Barru yang paling cepat selesai pengerjaannya. Itu smua karena masyarakat yang tidak egois, kepentingan umum lebih diutamakan,” tulis Fakhruddin Nasrullah Daud di Facebook.  (Udi)

Exit mobile version