Site icon Ujung Jari

Dana Pemkot Belum Cair, Peserta Jamnas Kwarcab Makassar “Dipaksa” BSS

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kontingen Pramuka Kwarcab Kota Makassar terancam batal mengikuti kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) tahun ini di Cibubur Jakarta.

Pasalnya, hingga saat ini pihak Kwarcab Makassar belum punya anggaran untuk biaya keberangkatan kontingen Kwarcab Makassar ke Jamnas.

Meski begitu, Kwarcab Makassar tetap ngotot dan terus mencarikan solusi, agar kontingen Makassar bisa berangkat ke acara pesta Pramuka Penggalang itu.

Salah satu upaya yang dilakukan pihak Kwarcab, terpaksa harus membebankan biaya akomodasi kepada setiap peserta Jamnas alias BSS (Bayar sendiri-sendiri).

Panitia Kontingan Jamnas 2022 Kwarcab Makassar, Iis Yumira, mengakui jika hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemkot Makassar. “Kami sudah masukkan proposal ke Pemkot, tapi belum terealisasi,” kata Iis kepada media ini, Sabu (4/6/2022).

Iis membenarkan, pihak Kwarcab membebankan sebagian biaya kegiatan Jamnas ke Kwarran atau ke gugus depan. Dan itu atas persetujuan semua Kwarran (Kecamatan) dan gugus depan yang bersangkutan.

“Jadi kami lakukan itu atas kesepakatan mereka para Bindap dan Pembina dan ketua kwarran. Tapi kami sudah kasih tau mereka bahwa begitu dana cair kami akan gantikan,” jelas Iis.

“Hanya cham fee saja yang mereka (Peserta) bayar Rp850 ribu. Dan kalau dana Pemkot sudah cair, kami akan kembalikan dananya ke peserta,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya pungutan biaya akomodasi peserta Jamnas oleh pihak Kwarcab Makassar ramai diperbincangkan beberapa pengurus Kwarran dan gugus depan.

Bahkan santer beredar kabar bahwa anggaran Jamnas untuk Kwarcab Makassar itu sudah dicairkan pihak Pemkot sejak tahun lalu. Namun karena Jamnas ditunda, anggaran yang sudah terlanjur cair tersimpan di bagian keuangan Kwarcab Makassar.

Imbas dari polemik kegiatan Jamnas itu, hampir semua pengurus Kwarran atau pengurus Pramuka ditingkat kecamatan dan Gugus Depan di Kota Makassar mosi tak percaya dengan Ketua Kwarcab Iqbal Suaeb. Bahkan mereka mendesak Iqbal segera mundur dari jabatan ketua Kwarcab, karena dinilai gagal membawa Pramuka Makassar yang lebih baik. (drw)

Exit mobile version