MAKALE, UJUNGJARI–Pasca Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, melaunching gerakan sejuta buku, bertepatan peresmian gedung layanan Perpustakaan, Senin (30/5) lalu dari Kepala Perpustakaan Nasional (Perpunas) RI Syarif Bando, bantuan buku terus mengalir.
Teranyar dari pihak Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Tana Toraja, kurang lebih 250 eksemplar buku pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Model pembelajaran PAUD diserahkan.
Koleksi buku ini kami persiapkan untuk perpustakaan Ibu dan Anak bagi anak-anak PAUD, terang Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja, Nirus Nikolas Sakke, Selasa (7/6).
Perbendaharaan koleksi buku di perpustakaan daerah Tana Toraja terus bertambah lewat donasi dari berbagai pihak.
Menurut Nirus Nikolas, sebelumnya donasi buku juga diterima dari PerpusNas RI sebanyak 204 eksemplar atau 178 judul buku. Tentunya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, maupun menumbuhkan minat baca dan budaya literasi serta menambah perbendaharaan koleksi buku pada perpustakaan daerah.
Kita berharap dengan semakin banyak stake holder mendonasikan bukunya ke layanan Perpustakaan Daerah, gerakan sejuta buku segera terwujud sesuai harapan, ujar Nirus.
Sebelumnya diwartakan media ini Ketua Himpaudi Tana Toraja, Erni Yetti Riman, dikukuhkan Kepala Perpunas Muhammad Syarif Bando sebagai Bunda Literasi Tana Toraja di gedung Tammuan Mali, saat bupati Theofilus Alloterung lounching gerakan sejuta buku, dan talk show Transformasi Perpustakaan Mewujudkan Eksistensi Digital Nasional.
Bupati Theofilus mengatakan, budaya tulis orang Toraja menjadi tantangan bagi para akademisi profesional, dan terbuka melakukan penggalian nilai budaya Toraja melalui perpustakaan digital yang luar biasa.
Sudah lama orang Toraja membuat arsitektur sungguh luar biasa membuat bangunan tanpa menggunakan paku. Demikian pula mampu membuat kuburan di dinding batu,” singkat Theo. (agus)
