MAKALE, UJUNGJARI–Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaks) UKI Paulus Makassar, bersama alumni dan dosen, sepekan (25-31/7) Bakti Sosial (Baksos) di Lembang (Desa) Sandana, Kecamatan Bittuang.
Himaks pilih baksos membangun dua ruang kelas belajar (RKB) semi permanen, di Pao, Lembang Sandana, Bittuang, sebelumnya bangunan tempat belajar viral dimedia sosial lantaran tidak layak sebagai fasilitas pendidikan, membuat banyak pihak empati.
Lembang (Desa) Sandana kurang lebih 45 Km dari Makale, sala Lembang terpencil dan terisolir sehingga butuh perhatian Pemkab Tana Toraja hadirkan sarana dan prasarana memadai, baik pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Ke Sandana butuh waktu 2 jam perjalanan melewati jalan sempil, berkelok, bahkan tikungan berbahaya.
Namun bagi Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaks) UKI Paulus Makassar melakukan Bakti Sosial (Baksos) di Sandana tidak jadi soal.
Kurang lebih sepekan 75 orang mahasiswa, dosen dan alumni Himaks UKI Paulus gotong royong bersama warga membangun 2 ruang kelas belajar (RKB) semi permanen dengan estimasi anggaran Rp 250-300 juta jika diproyekkan.
Namun karena swadaya tentu anggaran lebih kecil karena hanya pengadaan material harus dibeli. Hanya saja biaya mobilisasi material dua kali lipat dari harga normal, Belain jauh dari kota, juga jalannya belum baik. Ini sejarah baru sebab mulai dari mengurus akte hibah tanah ukuran 50×50 dari rumpun keluarga Tongkonan Pao, pembongkaran bangunan lama hingga dirikan bangunan baru hanya butuh waktu sepekan sudah kelar.
Meskipun material harus digotong dan diangkut tenaga manusia beberapa ratus meter dengan alat seadanya karena lokasi bangunan belum dijangkau mobil.
Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, Sabtu (30/7) kunjungan kerja ke Sandana terkesima melihat semangat Himaks dan warga gotong royong berjibaku membangun 2 RKB hanya 4 hari volume bangunan sudah 40%.
Kepada media ini Welem tidak menampik, Sandana lembang terpencil dan jauh dari keramaian. Namun berkat sentuhan Baksos Himaks semua berubah jadi indah hadirkan bangunan sekolah semi permanen majukan pendidikan.
Kata Welem, Sandana butuh perhatian dari semua pihak. Karya nyata diwujudkan Himaks luar biasa sebagai solusi rintisan motori pembangunan.
Diakui Welem sekolah dibangun sekarang sebelumnya tidak mendapat perhatian Pemda lantaran status tanah. Namun setelah ada akte hibah proses terbitnya serifikat tentu menjadi perhatian .
Kepala Lembang Sandana, Yohanis Sambo apresiasi perhatian semua pihak sebab pembangunan sarana pendidikan dimulai Himaks titik awal geliat pembangunan didaerah ini. Tentunya kelanjutan pembangunan sektor lain Pemda Tana Toraja beri perhatian khusus daerah terpencil. Pemerataan pembangunan dambaan kita semua mengantar Sandana keluar dari daerah tertinggal, singkat Yohanis Sambo.
Ditambahkan Kepala Sekolah (Kepsek) Negeri 188 Bau, Bittuang, Benyamin Bonggatasik, bangunan sekolah Sandana viral sebelumnya baru tempat belajar. Namun setelah terbangun 2 RKB semi permanen dengan alas hak tanah jelas, sudah bisa diusulkan menjadi kelas jauh. Begitu luas tanah memungkinkan bangun 6 RKB peluang ditingkatkan menjadi Sekolah Dasar sebab SDN 188 Bau jauh dari tempat ini, imbuh Yohanis. (agus)
