MAKALE, UJUNGJARI-Tiga komisi DPRD Tana Toraja, Sabtu marathon rapat kerja (Raker) dengan OPD mintra kerja bahas KUA-PPAS Perubahan anggaran APBD Tahun 2022.
Komisi dua diketuai Yuli Saranga, hadirkan OPD Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Demikian pula Dinas Tenaga kerja, dan OPD mitra kerja lainnya.
Menarik pembahasan dikomisi dua terkuak kepermukaan kalau Kadis Tenaga Kerja, Tupa’ Batara Randa, sudah sekian tahun tidak punya mobil dinas. Miris sekali setiap kali ikuti acara resmi kerap naik ojek, termasuk saat hadiri HUR RI Ke-77 di bandara Rantetayo lalu.
Tupa Bara tidak menimpali jika sudah sekian kali bermohon ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) diberikan randis sama OPD lainnya. Namun hasilnya nihil, padahal dibeberapa OPD ada randis yang menumpuk semua kepala bidang (Kabid) punya mobil operasional.
Parahnya lagi sering layani tamu dari Kementrian gunakan randis pinjaman dari Pemda, dijalan turun lapangan sudah ditelpon mobilnya segera dikembalikan, ujar Tupa Batara.
Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Evivana Rombe Datu, hadir di raker pembahasan KUA-PPAS Perubahan katakan, bagian asset daerah DPKAD sebaiknya inpentarisir semua randis milik daerah dengan harapan penggunaannya merata di semua OPD.
Randis dipinjam pakai ke instansi pertikal yang sudah habis masa pemakaiannya segera ditarik atau diperpanjang masa pemakaian sesuai kebutuhan.
Hal ini dimaksudkan agar asset daerah baik randis roda dua maupun roda empat tertip administrasi sebab sering asset ditemukan pemeriksa tidak sesuai peruntukannya.
Kata Evivana, fenomena Kadis Tenaga kerja belum dapat randis, dewan rekomendasikan menjadi perhatian DPKAD segera dipenuhi permintaan, atau pengadaan randis baru.
Randis wajar diberikan kepada pimpinan OPD perlancar tugas pelayanan. Apalagi ditengah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, peningkatan kinerja dan layanan masyarakat jadi perioritas, terang Ivana. (agus)
