JAKARTA, UJUNGJARI-– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), John Wempi Wetipo, menyerahkan 199 Kode Desa mekar untuk 17 Kabupaten yang tersebar di sembilan provinsi, Senin (26/09/2022). Penyerahan kode desa dilakukan di Gedung Sasana Bakti Praja, Kemendagri, Jakarta (26/09/2022). Khusus untuk Kabupaten Takalar, Kode Desa diterima langsung oleh Bupati Takalar, Syamsari Kitta.
Wamendagri mengungkapkan penyerahan kode desa ini dilakukan setelah melakukan klarifikasi atas kelengkapan dokumen dengan melibatkan tim penataan desa tingkat pusat.
“Syukur, Alhamdulillah, berkat kerja keras Bapak/Ibu sekalian di lingkup Pemerintah Daerah, maka usulan penataan desa di wilayah Bapak/Ibu berdasarkan hasil kesepakatan tim penataan desa tingkat pusat telah dinyatakan layak, sehingga mengacu pada ketentuan Pasal 74 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa Menteri Dalam Negeri memberikan Kode Desa,” ungkap Wamendagri.
Salah satu dari 17 Kabupaten yang menerima kode Desa Program usulan pembentukan Desa Baru, kata Wamendagri, adalah Kabupaten Takalar yang merupakan program yang telah diperjuangkan oleh Pemkab Takalar selama kurun waktu dua tahun terakhir.
Bupati Takalar, Syamsari Kitta di sela sela acara, menyampaikan kesyukurannya atas penerimaan Kode Desa tersebut.
” Hari ini kita lahirkan wajah baru di Kabupaten Takalar dengan terbentuknya 10 Desa dan 2 kecamatan baru pada tahun ini. Perjuangan ini untuk kesejahteraan masyarakat Takalar dalam jangka panjang.,” Kata Syamsari.
Syamsari dalam penyerahan Kode wilayah 10 Desa didampingi Kepala Dinas PMD Pemprov Sulsel, Saleh, Kepala Dinas Sosial PMD Takalar dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes dan Kabid PMD Takalar, Ardianto Radjab.
LAKSUS Apresiasi
Lembaga Antikorupsi Sulsel (LAKSUS) mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Takalar, dalam memekarkan dua kecamatan dan 10 desa. Direktur Laksus, Muhammad Ansar menegaskan, pemekaran wilayah ini akan memicu percepatan akaelarasi pembangunan yang merata di Kabupaten Takalar.
“Syamsari bisa dikatakan sebagai tokoh pemekaran di Takalar. Ini akan menjadi sejarah. Tidak mudah memekarkan sebuah wilayah, itu yang harus diingat. Pemekaran ini efeknya langsung dirasakan masyarakat luas. Kami mengapresiasi keberhasilan ini,” kata Muh Ansar. (*)
