MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rumah Sakit Umum Kota Makassar (RS Daya) berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan.
Selain melengkapi berbagai sarana dan prasarana yang ada, rumah sakit milik Pemerintah Kota Makassar itu juga berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien tanpa pandang bulu.
Bukan hanya untuk pasien dan pengunjung umum, saat ini, RSUD Daya berupaya memberikan layanan terbaik bagi penyandang disabilitas dan difabel.
Direktur Utama RSUD Daya, dr Achmad Asyarie menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjadi rumah sakit yang dipimpinnya ramah bagi para difabel adalah dengan menyiapkan loket khusus bagi mereka sehingga tidak perlu antre bersama pengunjung umum.
Selain itu, RSUD Daya juga telah menyiapkan sarana alat bantu berdiri dan berjalan bagi pasien penyandang disabilitas mulai di depan pintu masuk rumah sakit.
Layanan terbaru yang akan diberikan adalah mempersiapkan penerjemah untuk pasien penyandanh tuna rungu agar komunikasi dengan mereka saat berobat di RSUD Daya bisa lancar.
“Setiap pasien penyandang disabilitas dan difabel perlu pelayanan yang sama dengan pasien pada umumnya,” jelas lelaki yang akrab disapa dr Ari ini.
Untuk itu, digelar Sosialisasi dan Pelatihan Etika Berinteraksi dengan Pasien dan Pengunjung Difabel, Kamis, (29/9).
Wakil Direktur 2 Pelayanan Medik drg Hasni MARS mengatakan kegiatan ini diikuti petugas kesehatan utamanya yang bersentuhan langsung dengan pasien dan pengunjung RSUD Makassar.
“Kegiatan ini dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 bahwa negara menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara dan mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas dan difabel tanpa deskriminasi,” ungkapnya saat ditemui di RSUD Daya,
Kamis (29/9).
Dia melanjutkan, sebagai langkah awal, pihaknya melakukan sosialisasi terkait etika berinteraksi untuk pasien dan pengunjung difabel. Selanjutnya, akan dibuat pelatihan penerjemah bahasa tunarungu untuk petugas kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur I RSUD Daya, Amelia Malik mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di RSUD Makassar.
Nantinya, kata Amelia, pihaknya akan menyiapkan pendamping khusus yang akan menjadi penerjemah bahasa isyarat bagi pasien tuna rungu.Mereka nantinya akan dilatih khusus.
“Karena tidak menutup kemungkinan pasien kita dari Makassar atau dari luar ada yang disabilitas atai difabel, mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan,” tutupnya. (rls/drw)
