Site icon Ujung Jari

BPN Kebut Pengadaan Lahan Jalur KA Segmen E Makassar, Hari Ini Tim Satgas Tinjau Lokasi di Empat Kelurahan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Panitia pegadaan lahan jalur kerta api Makassar-Parepare atau Segmen E terus mengebut proses pengadaan lahan rel kereta api.

Hari ini, tim satgas A (data fisik) dan satgas B (data yuridis) BPN Kota Makassar, turun melakukan peninjauan lokasi rel kereta api segmen E Makassar-Parepare di empat wilayah kelurahan, yaitu kelurahan Bira kecamatan Tamalanrea, kelurahan Bulurokeng, Untia dan kelurahan Sudiang kecamatan Biringkanaya.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kota Makassar, Muh Dinar menjelaskan, bahwa kegiatan hari ini, adalah peninjauan lokasi jalur kereta api di kelurahan Bira, Bulurokeng, Untia dan Sudiang.

“Pagi-pagi anggota kami sudah di lapangan, tim satgas langsung ke titik lokasi jalur kereta api di empat kelurahan itu,” kata Muh Dinar kepada ujungjari.com, Selasa (8/11/2022).

Ia mengimbau kepada warga pemilik lahan agar turun melakukan patok batas-batas tanahnya. Sehingga petugas kami di lapangan bisa dengan muda melakukan inventarisir dan identifikasi objek lahan.

“Warga pemilik lahan harus turun mematok batas tanahnya. Ada format untuk tanda tangan batas-batas tetangganya, itu harus dilakukan,” tegas Dinar.

BPN Makassar selaku panitia pengadaan lahan menargetkan akhir tahun ini lahan jalur kereta api Segmen E rampung. “Lebih dari 400 hektar lahan yang akan dibebaskan untuk jalur kereta api Segmen E Makassar-Parepare. InsyaAllah bulan November ini kita selesaikan semua,” ketusnya.

Dinar mengurai, setelah dilakukan inventarisasi dan identifikasi data fisik dan data yuridis pada objek lahan, kemudian akan dibuatkan daftar nominatif.

“Setelah muncul daftar nominatifnya, ada waktu 14 hari menunggu sanggahan. Na setelah 14 hari itu, kemudian daftar nominatif itu kita serahkan ke Satker untuk dilakukan penilaian oleh tim apresial,” kata dia.

“Kalau sudah ada nominal dari tim apresial, kemudian dilakukan pelepasan hak. Pembayaran ganti rugi lahan dilakukan via rekening ke masing-masing pemilik lahan. Pokoknya tahun ini harus tuntas,” terang Dinar.  (drw)

Exit mobile version