MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, Marliana, turun langsung meninjau lahan jalur rel kerta api segmen E Makassar-Parepare di kelurahan Bira kecamatan Tamalanrea, dan kelurahan Bulurokeng, Sudiang, Untia kecamatan Biringkanaya, Selasa (8/11/2022) siang.
Marliana turun langsung mengkoordir peninjauan lokasi untuk mengetahui dan memastikan persiapan lahan kereta api Segmen E di daerah tersebut.
Ia turun meninjau sekaligus melihat langsung tim satgas yang dibentuknya bekerja di lapangan. Tak main-main, hampir semua personil BPN lengkap dengan peralatan canggih yang dimilikinya diturunkan ke lokasi jalur kereta api.
“Iya, saya turun langsung melihat satgas bekerja di lapangan. Semua alat kami turunkan untuk akurasi objek lahan,” kata Kepala Kantor BPN Makassar Marliana yang juga sebagai Ketua Panitia Pembebasan Lahan Kereta Api Segmen E Makassar-Parepare.
Ia menjelaskan bahwa ada dua satgas yang dibentuk untuk percepatan proses pengadaan lahan kerta api Segmen E, yaitu satgas A menangani data fisik, dan satgas B yang menangani khusus data Yuridis.
“Kita berharap proses pengadaan lahan kereta api Segmen E ini bisa selesai akhir tahun ini. Untuk itu, kami harap warga kususnya pemilik lahan yang dilalui jalur kereta api agar bisa bekerjasama untuk memperlancar proses inventarisasi dan identifikasi objek lahan kereta api di Makassar,” harap Marliana.
Sementara itu, warga kelurahan Sudiang mengaku salut dengan Kepala Kantor BPN Makassar yang terjun langsung ke lokasi.
“Mantap sekali ibu Kepala BPN Makassar, beliau terjun langsung ke lokasi. Beliau tak kenal terik panas dan berdebu, ibu itu bersemangat sekali mendampingi tim satgasnya bekerja di lapangan,” tutur Haeruddin (55) salah satu warga Sudiang.
Ia pun berharap, proses pengadaan lahan jalur kereta api di Makassar bisa segera rampung akhir tahun ini. “Ya Allah semoga dilancarkan, kami warga Makassar sangat bangga dengan adanya moda transportasi baru kereta api di Makassar,” ujar Haeruddin sembari mendoakan panitia agar proses pengadaan lahan kereta api di Makassar bisa berjalan lancar. (Drw)
