MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Sejumlah pedagang Pasar Sentral mempertanyakan pembangunan lapak tambahan di area parkir Pasar Sentral, Jl HOS Tjokroaminoto. Pasalnya, pembangunan lapak tambahan itu menutupi area lapak pedagang yang lebih awal memakai saat dibuka pertama setelah kebakaran, 28 Desember 2022.
Menurut Tajuddin, Ketua Umum Forum Komunikasi Pedagang K5 Pasar Sentral Makassar, setelah kebakaran yang terjadi pada 28 Desember 2022, para pedagang dibuatkan lapak di Jl HOS Tjokroaminoto.
“Sebanyak 950 lapak disiapkan, sementara jumlah pedagang yang kehilangan lapaknya sekitar 700 pedagang. Jadi ada kelebihan lapak dari jumlah pedagang yang ada. Kalau sekarang dibangun lagi lapak baru, peruntukannya buat siapa?” tanya Tajuddin.
Tajuddin mewakili para pedagang mempertanyakan pembangunan lapak baru tersebut, karena pihak pedagang komplain dengan pembangunan lapak baru ini, sehingga menyebabkan tidak adanya lahan parkir.
“Apa urgensi pembangunan lapak ini, dan untuk siapa? Sementara lapak-lapak yang tersedia masih banyak jumlahnya,” tambahnya.
Tajuddin juga menilai dengan pembangunan lapak baru ini, justru menyebabkan kondisi rawan bagi pengunjung dan pembeli, karena letaknya sudah memasuki badan jalan. Sehingga Pembangunan lapak baru ini justru menyebabkan area parkir yang semakin sempit, ditambah tidak adanya fasilitas WC umum. Sehingga pada akhirnya pembeli juga tidak mau masuk belanja.
Sebelumnya pada hari yang sama, Tajuddin menjelaskan dilaksanakan aksi damai yang 13 Desember lalu, sebanyaka 100 pedagang telah melakukan ke Kantor Walikota, Jl Ahmad Yani. Sayangnya, di Kantor Walikota, tidak ada yang menerima aspirasi mereka. Selanjutnya pihak pedagang menuju Kantor Kajari yang diterima Asintel.
“Setelah itu kami ke DPRD Kota Makassar dan diterima di ruang aspirasi oleh Anggota Komisi B Bapak H Muhlis tapi tidak ada hasil, karena tidak ada kesimpulan rapat, makanya kami berusaha ketemu walikota sebagai penentu kebijakan Kota Makassar.
Para pedagang juga melakukan orasi, setelah sebelumnya meminta izin yang diterima Dirut PD Pasar, Iksan Abduh, Direktur Keuangan PD Pasar Syamsul Bahri dan Kontraktor Pembangunan Lapak, Sulkifli Saharuddin,” jelasnya.
Alasan Pembangunan lapak baru ini, karena masih adanya dana lapak yang tertinggal. Demikian Tajuddin menjelaskan.
Ditambahkan Tajuddin, pihaknya juga sudah bertemu Walikota Makassar Danny Pomanto di kediamannya, Jl Amirullah.
“Walikota mengarahkan kami ke Dewan Pengawas PD sudah ada surat ke Dirut PD Pasar untuk menghentikan Pembangunan lapak baru tersebut,” katanya. (bs)
