Site icon Ujung Jari

Rudhy Andi Lolo: Prevalensi Stunting di Tana Toraja Tinggal 14,5 Persen

MAKALE, UJUNGJARI–Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja, dr Rudhy Andi Lolo, Sabtu (16/12) katakan kondisi anak kategori stunting di Tana Toraja trennya terjadi angak penurunan drastis.

Hal ini terwujud setelah paramedis sasar wilayah pelosok ditengarai warganya masih kurang konsumsi makanan bergizi. Utamnay bagi ibu hamil hendaknya rutin periksa kondisi kehamilan ke Pusat Layanan Masyarakat (PKM) untuk mengetahui perkembangan janin dalam kandungan.

Kata Rudhy, angka prevalensi
stunting di Tana Toraja tinggal 14,5 persen masih mengalami gangguan varian tumbuh normal dengan genetika pendek gegara faktor kurang gizi akibat faktor ekonomi. Atau dari 100 balita stunting tinggal 14,4 persen mengalami gangguan genetika pendek.

Tidak semua orang postur tubuhnya pendek kategori stunting. Kecuali yang mengalami gangguan genetika. Apalagi kalau cerdas tentunya bukan stunting.

Pencegahan angka stunting butuh waktu lama sebab prosesnya berjenjang mulai sejak ibu hamil, perkembangan bayi, dan perkembangan anak, ujar Rudhy.

Diakui Rudhy, Stunting salah satu permasalahan kesehatan membutuhkan perhatian serius segera diatasi. Stunting atau kasus anak ukuran tubuhnya pendek merupakan implikasi dari kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi.

Mengkaji penyebab stunting, kendala dihadapi masyarakat pemenuhan gizi bagi anak perlu mengoptimalisasikan penanganan stunting di wilayah pedesaan dengan memperhatikan
menyadari upaya pencegahan stunting sejak dini mulai masa kehamilan.

Demikian pula segi medis, selain faktor kekurangan gizi, tak kalah penting faktor pengetahuan ibu kurang memadai, infeksi berulang sehingga  kronis, sanitasi yang buruk, dan faktor keterbatasan layanan kesehatan, pungkas Rudhy.

Rudhy jelaskan, Pemkab Tana Toraja beberapa tahun terakhir memberi perhatian serius peningkatan layanan  penamganan stunting di PKM, bahkan menugaskan beberapa dokter ahli rutin melakukan pemeriksaan balita di PKM.

Demikian pula fasilitas PKM lainnya dilengkapi sehingga tidak heran ahir tahun 2023 sebanya 21 PKM di Tana Toraja sudah terakreditasi untuk mendapatkan pengakuan mutu pelayanan dari pemerintah jika layanan stunting berkelanjutan, beber Rudhy. (agus)

Exit mobile version