Site icon Ujung Jari

PGI Sulsebara Siap Kawal Pemerintahan Mulia

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulselbara, Pendeta (Pdt) Adrie Massie, M.TH menegaskan PGI Wilayah Sulselbara siap mendukung penuh pemerintahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Pdt. Adrie Massie mengajak pengurus PGI Wilayah Sulselbara yang dipimpinnya untuk mengawal program pembangunan yang ada di Kota Makassar.

“Lewat kesempatan ini, kami sampaikan bahwa keterlibatan PGI wilayah Sulselbara untuk kawal pemerintahan sekarang.

Kami akan memberikan kontribusi kepada kehidupan berbangsa, terlebih pembangunan di Kota Makassar,” kata Adrie saat pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (12/5), di Gedung PGIW Sulselbara, Jl. Prof. Abdurrahman Basalamah (Racing Center).

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pembangunan di Kota Makassar, butuh kolaborasi. Pemkot Makassar membutuhkan pemikiran dan saran dari Persekutuan Gereja Indonesia yang ada di Sulawesi Selatan.

“Kami butuh kolaborasi yang baik dari hasil pemikiran PGI. Ini bisa memberikan sumbangsih rekomendasi terhadap pembangunan yang ada di kota Makassar,” jelas Appi yang didampingi Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar, Nielma Palamba.

Lebih lanjut, mantan Chief Executive Officer PSM itu menyampaikan Makassar memiliki banyak persoalan, maka dibutuhkan sinergitas agar menyelesaikan secara bersama-sama.

Lewat forum Konferda Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) ini, Appi meminta keterlibatan PGI dalam proses pembangunan yang ada di kota saat ini.

“Baik masalah sosial, masalah infrastruktur, dan persoalan lainnya yang harus kita selesaikan sama-sama,” bebera Appi.

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh berjalan dengan hanya mengedepankan satu golongan saja. Akan tetapi dibutuhkan kolaborasi antara satu dengan yang lain, karena masing-masing punya cara pandang yang berbeda.

Menurutnya, tidak semua yang sudah dirancang dan sudah diprogramkan serta direncanakan oleh pemerintah kota ini dilaksanakan serentak. Namun, akan dikakukan secara bertahap.

“Sehingga diharapkan, masukan dan gagasan. Kami berharap pemikiran dari teman-teman PIKI, bisa memberikan rekomendasi yang baik, memberikan masukan terhadap pola pembangunan yang ada di kota Makassar,” imbuh Appi.

“Persoalan-persoalan yang ada di depan mata ini, bukan persoalan yang mudah kita selesaikan. Tapi akan mudah ketika kita berkolaborasi untuk menyelesaikan ini,” tambah politisi Golkar itu.

Pada kesempatan ini, alumni FH Unhas itu menekankan akan pentingnya menjaga multikulturalisme. Dimana, menghargai dan mengakui keberagaman budaya, agama, etnis, dan latar belakang dalam suatu masyarakat.

Memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu, tanpa memandang latar belakangnya.

Ia mendorong interaksi dan dialog antara berbagai kelompok budaya untuk memahami dan belajar dari satu sama lain.

“Yang harus kita jaga adalah harus tahu porsi masing-masing jangan mau melebihi porsi. Ketika ada yang mau melebihi porsinya, pasti akan berantakan. Maka harus saling menjaga, baik suku, ras, agama dan golongan lain,” saran Munafri.

Karena multikulturalisme bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, harmonis, dan damai, di mana setiap individu dapat hidup dengan martabat dan menghormati perbedaan satu sama lain.

“Sudah ada porsi yang sudah diatur, kehidupan ini sudah berlangsung sedemikian lama, dan alhamdulillah kota Makassar sudah menjaga itu, ketika ada yang mau mengambil porsi lebih dari yang harusnya menjadi porsinya itu akan jadi persoalan,” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version