Site icon Ujung Jari

Perpusdes Panakkukang Pallangga Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Kelurahan se- Gowa

GOWA, UJUNGJARI.COM — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusarsip) Kabupaten Gowa usia melaksanakan lomba perpustakaan desa kelurahan. Kamis (28/5) sore kemarin, lomba ini sudah memasuki tahap pengumuman pemenang.

Dari 10 peserta lomba yang masuk 10 besar, terdapat 6 peserta yang meraih peringkat terbaik mulai juara 1,2,3 hingga juara harapan 1,2,3.

Lomba perpustakaan ini digelar Dinas Perpusarsip sebagai tindak lanjut dari edaran Perpustakaan Nasional RI bahwa semua kantor desa dan kantor kelurahan dan kecamatan harus memiliki ruang baca atau perpustakaan.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa Suhriati kepada ujungjari.com, usai pengumuman pemenang pada Kamis (28/5) sore mengatakan, target yang diharapkan dari program lomba perpustakaan desa kelurahan ini adalah mendorong dan memotivasi seluruh perpustakaan desa kelurahan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan, mengembangkan layanan serta meningkatkan kegemaran membaca dan literasi di wilayah masing-masing.

“Kita harapkan agar masyarakat bisa bertambah wawasan dengan membiasakan membaca. Banyak hal yang bisa dilakukan dari gemar membaca. setidaknya wawasan masyarakat bertambah dan bisa melahirkan inspirasi bagi masyarakat untuk berinovasi di berbagai sektor. Dan untuk memudahkan itu, kita buka layanan perpustakaan di kantor desa dan kelurahan agar masyarakat bisa mengakses atau bisa membaca ketika datang ke kantor desa atau kelurahan mengurus berbagai keperluannya. Dengan kedatangannya itu masyarakat bisa menyempatkan diri membaca di tempat. Banyak pengetahuan bisa diperoleh dari membaca, buku tentang apa saja yang disiapkan perpustakaan desa kelurahan,” kata Suhriati.

Suhriati pun berharap lomba perpustakaan desa kelurahan ini akan berkelanjutan kedepan. Dan diharapkan para kepala desa dan lurah mampu membina dan mendampingi para pengelola perpustakaan desa kelurahannya dengan optimal agar target pengoptimalan peningkatan budaya literasi atau minta baca masyarakat bertumbuh baik.

Pada lomba perpustakaan desa kelurahan yang dilaksanakan sesuai ketentuan kompetisi yakni proses pendaftaran kemudian penilaian instrumen dan penetapan 10 besar. Setelah itu dilakukan peninjauan lapangan dan terakhir pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah pemenang pada 28 Mei kemarin.

Lomba perpustakaan desa kelurahan ini bukan kaleng-kaleng sebab profil perpustakaan peserta lomba telah diunggah secara lengkap pada aplikasi pendataan Perpustakaan Berbasis Wilayah Perpustakaan Nasional pada laman http://dataperpusnas.go.id. Dan perpustakaan peserta telah menyelenggarakan layanan perpustakaan sekurang kurangnya satu tahun setelah pendirian dan belum pernah ikut lomba tingkat provinsi dalam waktu tiga tahun terakhir.

Seperti diumumkan pada Kamis 28 Mei kemarin pada penutupan Festival Literasi 2025 di gedung Perpustakaan Daerah Gowa, juara lomba perpustakaan desa kelurahan masing-masing diraih oleh Perpustakaan Desa Panakkukang (Kecamatan Pallangga) sebagai juara 1, Perpustakaan Desa Alfatir Desa Lonjoboko (Kecamatan Parangloe) juara 2 dan Perpustakaan Desa Romanglasa (Kecamatan Bontonompo) juara 3.

Sementara juara harapan 1 diraih oleh Perpustakaan Nusaibah Kelurahan Mawang (Kecamatan Somba Opu), juara harapan 2 Sudut Bacaan Kalegowa (Kecamatan Somba Opu) dan juara harapan 3 Perpustakaan Sokkolia Bersatu (Kecamatan Bontomarannu).

Para juara meraih uang pembinaan pengembangan perpustakaan desa kelurahan dari Dinas Perpustakaan Kearsipan Gowa, masing-masing juara 1 sebesar Rp5 juta, juara 2 Rp 4 juta, juara 3 sebesar Rp3 juta. Juara harapan 1 sebesar Rp2,5 juta, juara harapan 2 Rp2 juta dan harapan 3 Rp1,5 juta.

Pemberian hadiah uang pembinaan ini seperti dikatakan Kabid Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Perpusarsip Aswar Said didampingi Irfan Latief selaku panitia pelaksana, akan disertai evaluasi oleh pihak Dinas Perpusarsip Gowa dan provinsi untuk mengetahui sejauhmana pengembangan pengelolaan perpustakaan desa kelurahan khususnya terkait kelengkapan sarana prasarana perpustakaan.

“Jadi hadiah uang pembinaan ini bukan untuk dipakai hal lain tapi untuk pengembangan perpustakaan desa kelurahan dan itu akan dievaluasi, ” jelas Aswar. –

Exit mobile version