GOWA, UJUNGJARI.COM — Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gowa mendapatkan referensi baru untuk kerajinan olahan produk lokal. Apalagi bahan utama produk lokal tersebut banyak ditemukan di Kabupaten Gowa.
Sabut kelapa, adalah salah satu jenis limbah yang disepelekan orang padahal limbah buangan dari buah kelapa ini bisa mendatangkan cuan bagi masyarakat yang menggelutinya, jika tahu cara memanfaatkannya.
Melihat bahan baku sabut kelapa diolah menjadi berbagai kerajinan seperti pas bunga, tas, sendal dan barang anyaman lainnya, Ketua TP PKK Gowa bersama rombongan pengurus banyak berdiskusi dengan salah satu pengrajin sabut kelapa tersebut.
Saat menyambangi galeri kerajinan pelaku usaha di Minahasa Utara pada Sabtu (30/5) kemarin disela rangkaian kegiatan PKK selama Munas VI APKASI di kota Manado, Sulawesi Selatan tersebut, Ketua TP PKK Gowa Andi Tenri Indah Darmawangsyah merasa perlu melakukan pengembangan kreasi dan inovasi para pengrajin di Gowa.
Menurut Indah (sapaan akrab istri Wakil Bupati Gowa ini), kerajinan limbah buah kelapa ini layak untuk dicoba dan dikembangkan di Gowa. Apalagi Gowa termasuk daerah yang subur dengan tanaman kelapa.
Bincang dan diskusi dilakukan Indah dengan Dyah Sri Utami, pemilik usaha kerajinan limbah sabut kelapa yang menamakan usahanya dengan Wale Gonofu ini.
Indah dan pengurus TP PKK Gowa melihat secara langsung proses pengolahan limbah sabut kelapa yang diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis dan menjadi sumber pendapatan bagi daerah dan peningkatan perekonomian bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
“Kunjungan kami ke pengrajin yang ada di Minahasa Utara ini menambah referensi PKK untuk dikembangkan nanti ke pelaku usaha di Gowa khususnya UMKM binaan PKK di Gowa agar nanti produk-produk mereka bisa lebih menarik dan dapat dipasarkan ke luar Kabupaten Gowa bahkan hingga ke luar negeri,” kata Indah yang juga legislator DPRD Sulsel ini.
Dyah Sri Utami, pemilik Wale Gonofu mengaku senang berbagi ilmu kerajinan dengan TP PKK Gowa.
“Kami sangat senang dengan kehadiran ibu Ketua PKK Gowa yang mengunjungi tempat kami, kerajinan yang kami produksi ini berasal dari alam yang merupakan limbah sabut kelapa yang kami olah menjadi kerajinan khas Minahasa Utara seperti tas, sendal dan pernak-pernik lainnya,” kata Dyah.
Dyah pun berharap ada interaksi berkelanjutan dengan PKK Gowa agar dirinya mampu lebih mengembangkan usaha kerajinannya yang mungkin bisa disharingkan dengan kerajinan Gowa begitu juga sebaliknya. –
