Site icon Ujung Jari

Tim Gakum BBKHIT Papua Lakukan Koordinasi Terpadu Kewasdakan di Pelabuhan Laut Depapre

JAYAPURA, UJUNGJARI.COM — Dalam upaya memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perbatasan, Tim Penegakan Hukum (Gakum) Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua melaksanakan kegiatan koordinasi terpadu kewasdakan di Pelabuhan Laut Depapre, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk pendampingan operasional karantina di wilayah perbatasan dan pengawasan terhadap lalu lintas media pembawa. Salah satu fokus utama kegiatan kali ini adalah pengawasan terhadap KM Sabuk Nusantara 81 yang sandar di Pelabuhan Laut Depapre, yang rutin mengangkut penumpang dan barang ke wilayah-wilayah terluar Papua.

Tim gabungan terdiri dari Katimja Gakum, petugas teknis karantina hewan, karantina ikan, dan karantina tumbuhan BBKHIT Papua. Mereka melakukan pemeriksaan dokumen karantina, pengecekan fisik terhadap media pembawa, serta sosialisasi kepada awak kapal dan pengguna jasa terkait kewajiban karantina sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019.

Katimja Gakum BBKHIT Papua, Frans Done, menyatakan bahwa kegiatan ini penting dalam memastikan semua komoditas yang masuk dan keluar dari wilayah perbatasan telah melalui prosedur karantina yang benar.

“Kami hadir sebagai bentuk pendampingan dan pengawasan untuk memastikan tidak ada komoditas pertanian, peternakan, maupun perikanan yang berisiko membawa penyakit yang keluar masuk wilayah Papua. Pengawasan terpadu seperti ini menjadi bukti nyata bahwa karantina berperan penting dalam menjaga keamanan hayati wilayah perbatasan,” ujar Frans Done di sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi seperti ini akan terus ditingkatkan untuk menekan potensi penyebaran penyakit hewan, organisme pengganggu tumbuhan, serta hama dan penyakit ikan ke wilayah Papua.

BBKHIT Papua terus mendorong sinergi antar-unit kerja serta memperkuat pengawasan lintas sektor di pintu-pintu masuk strategis, seperti pelabuhan dan bandara, demi menjamin keamanan dan kelestarian sumber daya hayati nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia. (rhm)

Exit mobile version