Site icon Ujung Jari

Terima Kunker DPRD Tator, Wakil Ketua DPRD Lutim Beberkan Konsep Kawasan Industri Malili

MALILI,UJUNGJARI.COM–Pansus Ranperda Kawasan Industri DPRD Tana Toraja melakukan kunjungan studi banding di DPRD Luwu Timur, Senin (23/6). Legislator Tator itu ingin mengetahui konsep ranperda dan kawasan industri di Lutim.

Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Hj Harisa Soharjo yang menerima rombongan DPRD Tana Toraja memaparkan berbagai strategi pengembangan Kawasan Industri Malili di Luwu Timur.

Harisa mengatakan kawasan industri di Luwu Timur dibangun dengan pendekatan potensi dan karakter alam setempat.

“Kalau Luwu Timur ditakdirkan dengan tambang nikel, maka itu yang dikembangkan. Tapi kami juga waspada, karena kalau terlalu eksploitasi, kita tidak tahu nasib generasi ke depan. Maka sektor industri kecil dan pariwisata juga harus jalan beriringan,” kata Harisa.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendorong agar pendekatan pembangunan industri tidak melulu berbasis eksploitasi besar, tapi juga memperhatikan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan sektor kreatif masyarakat.

Sementara itu, anggota DPRD Lutim dari Partai Gerindra, Sarkawi, menjelaskan secara teknis bagaimana pengembangan kawasan industri di Lutim disusun secara sistematis dan terintegrasi dengan tata ruang.

“Kami punya kawasan industri mandiri, namanya KIMAL. Kawasan Industri Malili. Ini masuk dalam kawasan strategis nasional, jadi semua sudah terpetakan dalam RTRW,” ujar Sarkawi.

Kawasan industri tak bisa berdiri sendiri, tapi harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Industri tak selalu berarti pabrik besar. Industri kecil yang menopang sektor lain seperti tenun, kerajinan, dan kuliner, juga bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tambah Harisa.

DPRD Luwu Timur berharap, pengalaman dan kebijakan yang dibagikan bisa menjadi inspirasi bagi DPRD Tana Toraja dalam menyusun Ranperda yang adaptif dan relevan dengan kondisi lokal mereka. (fan)

Exit mobile version