GOWA, UJUNGJARI.COM — Lomba Bertutur yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa telah usai dilaksanakan pada Selasa (24/6) sore.
Dari 38 peserta yang terdaftar lalu tersortir menjadi enam orang pemenang dengan klasifikasi juara 1,2,3 dan juara harapan 1,2 dan 3.
Lomba yang digelar di ruang baca gedung Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Gowa di Jl Mesjid Raya, Sungguminasa dalam sehari itu bisa menuntaskan para peserta dan menghasilkan enam finalis.
Dari hasil kompetisi yang digawangi tiga dewan juri masing-masing Zul Petta Puang (Kelompok Petta Puang), Nisfu (Fungsional Madya Dinas Perpusarsip Sulsel) dan Aswar Said (Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Perpusarsip Gowa) ini, sebagai juara hasil penilaian dewan juri adalah Anaya Nova Baharuddin dari SDN Romang Polong (juara 1), Zahra Aulia dari SDI Kalukuang Boka (juara 2), Muhammad Fahrul Maulana juara 3.
Sedang juara har 1 Khayla Adzkhiya Sahar dari SDI Tetebatu, har 2 diraih Sulfiani dari SDI Kampung Parang dan Andi Farah Fauziah R SDI Biringkaloro pada posisi har 3.
Mewakili dewan juri, Zul Petta Puang mengatakan bersyukur dan bangga melihat antusiasme para guru dari masing-masing peserta yang berupaya menampilkan yang terbaik dalam bertutur dihadapan dewan juri.
“Saya akui para guru pembimbing sangat gigih mendampingi muridnya berlatih dan berlomba. Membuat naskah untuk lomba bertutur ini cukup berat. Cuma saya anggap masih kurang berani. Namun saya jempol anak-anak peserta yang sudah berani tampil berlomba. Mereka semua berbakat jadi pendongeng atau pacarita,” ucap Zul Petta Puang.
Zul mengatakan, semua anak sama potensinya dengan anak-anak di daerah manapun. Hanya saja, para anak masih kurang percaya diri dan lebih banyak menghafal ketimbang memahami isi cerita yang disampaikan.
“Anak-anak harus berani, percaya diri dan paham literasi. Tapi di mata saya, anak-abak yang ikut lomba hari ini adalah anak-anak yang cerdas. Patut dijempol, ” tandas Zul.
Zul pun lalu menitip pesan kepada para peserta baik yang juara maupun yang tidak juara, agar ke depan menjadi orang-orang yang berprestasi dan memiliki integritas tinggi untuk daerah dan orangtua masing-masing.
Hal senada dikatakan Nisfu. Dikatakannya, lomba ini memberikan efek anak jadi berani dan percaya diri.
“Yang juara maupun yang tak juara harus terus membaca. Isi bacaan harus dipahami jangan dihafal. Guru-gurunya harus latih terus anak-anaknya agar punya kesiapan mental dan tumbuh kepercayaan diri yang lebih baik. Terus membaca agar wawasan literasinya bertambah, ” tambah Nisfu memberikan semangat.
Penyerahan hadiah untuk para juara dilakukan ketiga dewan juri. Untuk juara 1 mendapatkan dana Rp5 juta, juara 2 Rp 4 juta, juara 3 Rp3 juta, juara har 1 memdapatkan Rp2 juta, har 2 Rp1,5 juta dan har 3 Rp1 juta.
Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan yang juga ketua panitia pelaksana Aswar Said berharap potensi mendongeng atau bertutur tidak hanya sampai di akhir penerimaan hadiah bagi yang juara.
“Para murid yang mengikuti lomba bertutur hari ini, harus banyak berlatih dan membaca agar referensi kalimat juga kosa kata lebih banyak lagi,” kata Aswar menutup kegiatan lomba bertutur itu. –
