GOWA, UJUNGJARI.COM — Cooking Challenge atau lomba memasak menjadi salah satu ikon baru dalam penyelenggaraan event Beautiful Malino. Salah satu event yang pesertanya rerata kaum perempuan ini digelar di area bazaar kuliner hutan pinus Malino pada Jum’at (11/7) siang.
Cooking Challenge ini diikuti tim perwakilan 18 kecamatan, TP PKK Gowa, Dekranasda Gowa, Dharma Wanita Persatuan Gowa serta tim Bhayangkari Gowa.
Ketua TP PKK Gowa sekaligus Ketua Dekranasda Gowa Andi Tenri Indah didampingi Ketua DWP Gowa Suryanti Andy Azis kepada media mengatakan, Cooking Challenge ini merupakan salah satu ikon baru yang digelar dalam momen BM ke VI.
Indah berharap, ke depan Cooking Challenge ini tetap dilaksanakan dan mengangkat komoditas lokal daerah Gowa lainnya.
“Pada cooking challenge kali ini bahan utamanya adalah Palluce’la. Kita harap dari hasil kreasi peserta kali ini menambah ilmu memasak palluce’la bagi ibu-ibu. Juga akan kita pertimbangkan menjadi menu dalam program pemberian makanan tambahan (PMT) dalam upaya pencegahan stunting, ” tambah Indah.
Sengaja dipilih menu utama ikan palluce’la karena ikan olahan ini merupakan makanan khas Malino yang bahkan menjadi ole-ole setiap kali berkunjung ke Malino.
“Jadi kita mencoba membuka frame berpikir ibu-ibu agar bisa berinovasi dan berkreasi dalam mengolah ikan Palluce’la ini. Jangan monoton digoreng saja. Tapi bisa diolah menjadi berbagai kreasi masakan menu ikan, seperti nuget, kebab, tumpi tumpi, perkedel, bahkan jadi masakan berkelas seperti spaghetti dan lainnya. Alhamdulillah antusias peserta berikut timnya luar biasa. Dan saya lihat hasil masakan para peserta rerata bagus mengundang selera. Semoga dengan cara ini semua ibu-ibu rumah tangga banyak ide dan mampu berkreasi di setiap memasak ikan palluce’la, ” kata Indah.
Terpisah, Ketua TP PKK Kecamatan Bontomarannu Ferica Nusantara Syafaat mengapreasi masuknya kegiatan festival memasak dalam event Beautiful Malino.
Sebagai peserta dari tim Kecamatan Bontomarannu, Ferica mengaku hal baru dilakukan tim PKK binaannya yakni mengolah ikan palluce’la (ikan kukus asin) menjadi menu super.
Dalam festival itu, tim Kecamatan Bontomarannu mengolah ikan palluce’la dengan menggunakan saus bolognize (saus untuk masakan spaghetti).
“Alhamdullilah tim kami mengolah palluce’la dengan menu kreasi saus bolognize palluce’la, ” kata Ferica.
Festival Cooking Challenge ini berakhir dengan tiga juara hasil penilaian dewan juri secara obyektif. Masing-masing juara adalah tim Kecamatan Somba Opu (juara 1), tim TP PKK Gowa (juara 2) dan tim DWP Gowa (juara 3). Para juara menerima hadiah berupa uang tunai dari penyelenggara Double Helix Indonesia selaku EO. –
