Site icon Ujung Jari

Pabrik Porang Dikebut, Warga Dikorbankan? Tokoh Lappa: Amdal Belum Ada, Jalan Rusak, Limbah Mengancam

SINJAI, UJUNGJARI.COM-– Polemik pembangunan pabrik Porang oleh PT Mitra Konjac Indonesia di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, kian menuai sorotan. Kali ini datang dari tokoh masyarakat Lappa sekaligus mantan anggota DPRD Sinjai, Muzawwir, yang menyampaikan pernyataan kritis terhadap proses pembangunan yang dinilai terburu-buru, tanpa memperhatikan keselamatan warga, kelestarian lingkungan, dan legalitas dokumen.

Dalam wawancara tertulis via WhatsApp kepada Berita Kota Makassar dan Ujungjari.com, Muzawwir menyampaikan enam poin penting yang mencerminkan keresahan warga atas proyek tersebut.

“Kami memahami potensi ekonomi yang ditawarkan oleh investasi semacam ini, namun kami juga memiliki perhatian serius terhadap dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul,” tegas Muzawwir.

Menurut Muzawwir, penyelesaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara komprehensif adalah hal mutlak sebelum pembangunan dimulai. Ia menekankan pentingnya transparansi dan pelibatan masyarakat dalam proses tersebut.

“Perusahaan wajib melengkapi seluruh dokumen dan persyaratan AMDAL, serta memastikan bahwa kajian tersebut benar-benar mencerminkan potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sebagai warga Lappa, Muzawwir menyatakan bahwa atas aktivitas truk-truk proyek perusahaan yang menyebabkan kerusakan dan gangguan kenyamanan di Jalan Halim Perdana Kusuma, kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara, akses utama warga sekitar.

“Kami meminta perusahaan mempertimbangkan serius dampak lalu lintas terhadap kenyamanan dan keselamatan warga,” ujarnya. Ia mendesak agar ada perbaikan jalan dan pengaturan jam operasional kendaraan berat demi keselamatan publik.

Muzawwir juga menyuarakan aspirasi warga agar pemerintah mempertimbangkan industri yang selaras dengan potensi lokal, seperti pabrik ikan kaleng, mengingat melimpahnya hasil tangkapan di TPI Lappa.

“Industri ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada hasil laut nelayan lokal, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan dan sesuai karakter wilayah pesisir,” ujarnya.

Ia juga menuntut agar perekrutan tenaga kerja mengutamakan warga Kelurahan Lappa dan sekitarnya, serta dilakukan secara transparan.

“Hal ini akan memberikan dampak positif langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan mengurangi angka pengangguran,” kata Muzawwir.

Ia mewanti-wanti potensi pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Perusahaan harus menjaga agar limbah tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

Muzawwir menegaskan bahwa kawasan Larea-rea memang masuk dalam zona industri dan perikanan sesuai revisi RTRW Kabupaten Sinjai. Namun itu bukan pembenaran untuk melabrak prosedur perizinan atau mengorbankan kenyamanan warga.

Melalui pernyataan lengkapnya, Muzawwir menegaskan bahwa komunikasi terbuka, partisipasi publik, dan komitmen terhadap aturan lingkungan harus menjadi fondasi setiap proyek investasi.

“Kami percaya bahwa dengan komunikasi yang terbuka dan komitmen bersama, pembangunan dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Exit mobile version