Site icon Ujung Jari

Tugas Tim Lacak Mencari Warga Miskin Ekstrem, Baznas Gowa yang Intervensi Melalui Dana Zakat

GOWA, UJUNGJARI.COM — Setelah program 100 hari kerja Bupati Gowa dan Wakil Bupati Gowa usai, bukan berarti Pemkab Gowa menghentikan lima program unggulan dalam Gowa Bersama.

Salah satu program unggulan dalam Gowa Bersama adalah Gowa Sejahtera. Program Gowa Sejahtera atau Gowa Masunggu yang khusus menangani Keluarga Miskin Ekstrem dan stunting ini diklaim Pemkab Gowa telah berjalan dengan baik.

Namun oleh Pemkab Gowa, program Gowa Sejahtera ini tidak boleh dihentikan. Dan Pemkab Gowa telah berkomitmen untuk terus mengatasi kemiskinan ekstrem ini dengan baik.

Buktinya, Pemkab Gowa mengukuhkan Tim LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) untuk fokus mencari dan menangani kemiskinan ekstrem tersebut. Selain mengukuhkan tim khusus penanganan kemiskinan ekstrem ini, Pemkab Gowa pun menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa untuk penanganan kemiskinan esktrem ini. Komitmen ini ditandai penandatanganan kesepakatan bersama Pemkab dengan Baznas Gowa pada Rabu (23/7).

Dihadapan para Tim Lacak serta Baznas Gowa, Bupati Husniah menyampaikan alasannya membentuk Lacak dan menggandeng Baznas.

“Kita lakukan ini sebagai upaya menangani kemiskinan ekstrem. Kita kukuhkan Tim Lacak dan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Baznas. Ini sebagai tindak lanjut dari Program 100 hari kerja kami (Bupati dan Wabup Gowa) dimana pemerintah melalui Lacak ini akan turun langsung melihat masyarakat yang masih miskin ekstrem untuk diintervensi oleh pemerintah maupun melalui Baznas,” kata Husniah usai melakukan Rakor yang dihadiri para pimpinan SKPD serta jajaran Baznas Gowa di Baruga Karaeng Galesong, kantor Pemkab Gowa.

Husniah menegaskan, dalam mengatasi kemiskinan, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, namun butuh kerjasama dari seluruh pihak salah satunya adalah Baznas.

“Penandatanganan ini bentuk kerjasama kita bersama Baznas, dimana ASN dan pegawai BUMD Kabupaten Gowa akan menyisihkan 2,5 persen penghasilannya untuk zakat pendapatan. Dana ASN yang terkumpul di Baznas inilah yang akan disalurkan kepada masyarakat Gowa miskin ekstrem,” kata Husniah.

Besaran zakat pendapatan atau infaq sedekah ASN secara rinci adalah untuk golongan I Rp25 ribu, golongan II Rp50 ribu, golongan III Rp75 ribu dan golongan IV Rp100 ribu.

“Hasil zakat ini akan menyasar bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan dan usaha ekonomi produktif yang tentunya diberikan kepada masyarakat kita yang tergolong miskin ekstrem. Dan yang belum bisa terkafer oleh pemerintah kita kafer melalui Baznas agar jalan beriringan,” tandasnya.

Kehadiran Baznas ini akan sejalan dengan Tim Lacak. Dimana masyarakat miskin ekstrem yang terdeteksi oleh Tim Lacak akan diintervensi segera melalui Baznas. Sehingga harapan pemerintah agar miskin esktrem bisa segera diputus dan dientaskan dengan cepat.

Kepala Bappeda Gowa Sujjadan mengatakan Tim Lacak yang terdiri dari Lacak Centre dan Lacak Kecamatan terlebih dahulu akan membentuk relawan melalui Sahabat Lacak di seluruh desa dan kelurahan.

“Nantinya, tim tersebut yang akan secara aktif melakukan pelacakan diwilayahnya masing-masing. Saat ini kita sudah ada Lacak Centre tujuh orang yang ditambah Lacak Kecamatan 18 orang. Mereka ini akan menfasilitasi dan mengkoordinir proses pendataan Sahabat Lacak di tingkat desa kelurahan,” jelas Sujjadan.

Dikatakan Sujjadan, nantinya relawan tersebut melakukan proses pelacakan secara aktif terhadap keluarga miskin ekstrem khususnya yang belum terdata sehingga bisa mendapatkan layanan dan diintervensi.

“Para warga miskin ekstrem temuan ini akan diberikan program baik yang berbentuk layanan sosial maupun program yang akan memberdayakan mereka sehingga bisa mandiri secara ekonomi, ” kata Sujjadan. –

Exit mobile version