SOPPENG, UJUNGJARI.COM–Saat ini sepertinya sudah memasuki permulaan musim kemarau tahun ini. Jika kemarau sampai berkepanjangan maka bisa dipastikan ratusan Hektar tanaman padi milik petani di Soppeng akan mengalami gagal panen alias puso.
Pemandangan ini terlihat di Wilayah Desa Pattojo dan sekitarnya terutama di area persawahan Timpa Laja.
Sejumlah tanaman padi milik petani sudah ada yang mulai mengering meskipun baru beberapa hari ini tidak turun hujan.
Sejumlah petani di daerah tersebut mengaku cukup prihatin kondisi tanaman padinya. Jika tidak ada hujan dalam minggu ini maka dipastikan ratusan Hektar pertanaman yang sudah memasuki pada fase generatif atau mulai bunting akan terancam mengalami puso seperti juga pada tahun sebelumnya.
Kepala Desa Pattojo H Herman mengakui bahwa di beberapa lokasi di wilayahnya rawan terjadi kekeringan pada pertanaman padi di saat musim kemarau.
“Kariteristik tanah bebatuan khususnya di area Timpa Laja dan sekitarnya sehingga kalau tidak hujan beberapa hari langsung tanahnya kering,” ujar Herman.
Sebagai pemerintahan setempat melihat kondisi persawahan yang ada di wilayahnya khususnya di area tertentu yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan yang mengakibatkan ratusan Hektar pertanaman padi menjadi puso, Herman mengaku prihatin.
Ia juga sering berkonsultasi pada instalasi terkait langkah-langkah yang harus dilakukan kedepannya termasuk mendorong memperbanyak sumur bor.
“Sebenarnya di beberapa titik sudah tersedia sumur bor namun belum bisa teratasi dengan jumlah luas area yang sangat luas,” ujar Herman. (daus)
