MAKASSAR,UJUNGJARI.COM– Bagian Information, Communication, and Technology (ICT) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi menyeluruh terkait dugaan sindikat mafia nilai mahasiswa yang mencuat di sejumlah program studi.
Kasus ini diduga telah berlangsung dan berpuncak pada tahun lalu, namun mulai terungkap berkat penerapan disiplin ketat dalam penginputan nilai sesuai kalender akademik oleh pimpinan UNM.
Kepala Bagian ICT UNM, Dr Muhammad Agung, menegaskan pihaknya siap membantu proses pelacakan dan pemeriksaan terhadap oknum yang melakukan jual beli nilai yang terindikasi dari hasil perubahan nilai mata kuliah mahasiswa melalui aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIA).
Hal ini sudah dilakukan oleh ICT dengan menyampaikan seluruh data yang berubah mulai dari awal SIA digunakan hingga saat ini kepada pihak pimpinan UNM dan Pimpinan UNM telah mempublish perihal tersebut.
“Jika ada upaya investigasi menyeluruh, ICT UNM tetap siap mendukung dan bekerja sama. Saat ini kami juga telah mengimplementasikan aplikasi baru SINILAI yang digunakan mulai semester genap 2024–2025, dan terbukti sangat efektif mencegah praktik jual beli nilai,” ujar Agung di Makassar, Selasa (5/8).
Agung menambahkan, selain mengandalkan sistem ICT, setiap program studi idealnya melakukan backup data dan mempublikasi daftar nilai mahasiswa melalui website resmi prodi. File PDF dari aplikasi SINILAI dapat diunggah setelah proses validasi internal.
Sementara itu, hasil rapat Jurusan Pendidikan Teknik Mesin (PTM) Fakultas Teknik UNM pada Rabu (30/7) menegaskan bahwa pimpinan jurusan maupun dosen tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana dimuat dalam pemberitaan media online terkait jual beli nilai yang seakan-akan menimpakan kesalahan pada Kepala Bagian ICT.
Jurusan PTM juga meminta agar media yang menampilkan foto Kepala Bagian ICT dalam kaitan berita tersebut segera dihilangkan karena tidak sesuai kaidah jurnalisme yang benar.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa menggelar aksi protes menyoroti adanya perubahan nilai yang janggal. Beberapa mahasiswa yang semula mendapat nilai rendah, tiba-tiba memperoleh nilai tinggi.
Mereka mendesak pimpinan UNM, khususnya Bagian ICT, untuk mengambil langkah tegas agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
