MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kecamatan Makassar menginisiasi peluncuran program satu kelurahan, satu urban farming, satu bank sampah, dan satu budidaya maggot.
Camat Panakkukang, M. Ari Fadli, mengungkapkan bahwa peluncuran program 1 Kelurahan, 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di wilayahnya merupakan hasil kolaborasi dan inisiasi para lurah serta Sekretaris Camat (Sekcam), sebagai bentuk nyata dari dukungan terhadap visi besar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA).
“Inisiasi sebenarnya bukan dari saya pribadi, tetapi berasal dari para lurah dan sekretaris camat yang ingin menangkap impian besar Bapak Wali Kota, menciptakan kemandirian pangan melalui urban farming dan menekan volume sampah kota secara signifikan,” ujar Ari Fadli.
Mantan Camat Mamajang itu menekankan bahwa Kecamatan Panakkukang berambisi menjadi wilayah pertama di Makassar yang benar-benar mengintegrasikan konsep urban farming, pengolahan maggot, dan bank sampah sebagai satu kesatuan sistem pengelolaan lingkungan.
“Ketika bicara soal urban farming, maggot, dan bank sampah, kami berharap nama Kecamatan Panakkukang menjadi yang pertama disebut sebagai pelopor implementasi ide-ide besar Bapak Wali Kota di lapangan,” tegasnya.
Ia melaporkan bahwa dari 11 kelurahan yang ada di Panakkukang, seluruhnya telah mulai bergerak. Bahkan, beberapa di antaranya telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam budidaya maggot, urban farming, hingga pengelolaan bank sampah.
Dalam kesempatan itu, Ari Fadli juga menekankan peran serta para tokoh masyarakat dan penggiat lingkungan, sebagai pionir pengembangan maggot di Kecamatan tersebut.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga terlihat dengan hadirnya seluruh kepala puskesmas se-Kecamatan Panakkukang dalam kegiatan ini, menandai sinergi antara sektor kesehatan dan pengelolaan lingkungan.
Ari Fadli menutup sambutannya dengan menekankan bahwa gerakan ini bukan hanya tentang mengelola sampah atau menanam di pekarangan.
“Tetapi lebih jauh lagi, tentang membentuk budaya hidup bersih, sehat, dan mandiri mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas,” tutupnya.
Usai meluncurkan gerakan, Appi bergeser ke lokasi budidaya maggot yang dikelola oleh Hj. Sulaiman di Jalan Toddopuli Raya Timur, di Kecamatan Panakkukang.
Budidaya maggot yang dijalankan Hj. Sulaiman mengolah sampah organik dengan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengurai sampah dengan cepat.
Munafri meninjau langsung rak-rak wadah budidaya Maggot bersama Hj. Sulaiman, yang meliputi tiga skala volume sampah masyarakat Panakkukang.
Diantaranya, skala kelurahan, mengolah 20-25 kg sampah per hari, menghasilkan 25-30 kg maggot, skala RT mengolah 7-8 kg sampah per hari, menghasilkan 7-10 kg maggot, hingga skala perumahan mengolah 3-5 kg sampah per hari, menghasilkan 4-5 kg maggot. (rhm)
