GOWA, UJUNGJARI.COM — Sekira 140 tim dari perwakilan desa dan kelurahan se Kabupaten Gowa ikut dalam lomba layang-layang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa pada Sabtu-Minggu (9-10/8) siang.
Lomba layangan berhasil menarik minat masyarakat Gowa. Pasalnya, ketika resmi dibuka oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang di Lapangan Syekh Yusuf Discovery Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gowa, masyarakat dari berbagai penjuru kota bahkan dari desa ikut menikmati ratusan layangan di udara.
Berbagai layangan ukuran besar dan sedang menghiasi udara dengan aneka bentuk dan motif. Ada yang menyerupai burung hantu, burung garuda, model pinisi dan motif burung lainnya. Bahkan ada layangan dari wilayah desa lebih sarat mempromosikan daerahnya lewat layangan buatannya.
Bupati Gowa Husniah Talenrang bersama suami juga Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin bersama istri yang juga adalah Ketua TP PKK Gowa ikut menarik ulur tali layangan. Lomba layangan inipun menjadi ajang kreatifitas masyarakat karena layangan yang dilombakan rerata buatan lokal masing-masing tim peserta lomba.
“Momen perayaan HUT RI kali ini beda. Kita sengaja membuat lomba layangan ini dan ternyata masyarakat antusias ikut didalamnya. Jadi masyarakat ikut lomba dan menjadi tim lomba masing-masing desa dan kelurahan dari 18 kecamatan di Gowa. Alhamdulillah kontribusi masyarakat cukup bagus dalam HUT RI tahun ini,” kata Husniah saat membuka lomba tersebut.
Lomba layangan ini dilakukan per tim sebab disinilah kata Husniah terlihat cara kerja satu tim, dimana dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan serta kegotong royongan.
“Alhamdulillah terlihat berbagai model mulai dari burung tulisan Gowa maju dan lainnya dengan minimal lebar dua meter sehingga menarik perhatian masyarakat untuk datang melihat,” kata Bupati Gowa mensupport semua tim.
Kepala Dinas Kominfo SP Kabupaten Gowa Arifuddin Saeni selaku penanggungjawab lomba layangan ini mengatakan, kegiatan ini untuk melestarikan seni dan budaya lokal dengan mengangkat atau mempromosikan kearifan lokal melalui seni pembuatan layang-layang tradisional dan modern sebagai warisan budaya bangsa.
“Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi karena menjadi wadah bagi perwakilan desa dan kelurahan untuk saling berinteraksi dan memperkuat tali persaudaraan serta meningkatkan kreativitas dengan mendorong peserta untuk berinovasi dan berkreasi dalam merancang dan membuat layang-layang yang unik dan menarik,” kata Arifuddin Saeni.
Lurah Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Ramli Kiyo salah satu tim peserta lomba layangan mengaku warganya yang dilibatkan dalam tim sangat antusias. Bahkan momen lomba ini dijadikan masyarakat Bontolerung untuk mempromosikan potensi wisata yang dimiliki Bontolerung dengan menuliskan kalimat ajakan ‘Ayo ke Bontolerung dan Gowa Maju’ dan bergambar wajah Bupati dan Wabup Gowa.
“Kami sengaja menuliskan ajakan ke Bontolerung karena kami rasa ini sangat pas untuk bersosialisasi dan mempromosikan Kelurahan Bontolerung sebagai salah satu kunjungan wisata di Kecamatan Tinggimoncong selain kota Malino,” jelas Ramli Kiyo.
Layangan peserta yang berukuran besar rerata lebar 2 meter sehingga meski jauh tinggi melayang di udara tetap terlihat jelas oleh masyarakat dari dekat.
Dalam kemeriahan lomba layangan ini, Bupati Gowa juga menyerahkan simbolis 10 ribu lembar bendera merah putih kepada masyarakat Gowa melalui Camat masing-masing. Kemudian bendera kecil ini akan dibagikan para Camat ke masyarakatnya. –
