GOWA, UJUNGJARI.COM — Dandim 1409 Gowa Letkol Inf Heri Kuswanto menyatakan rasa kagum dan bangganya terhadap tiga remaja anggota Paskibraka 2025 yang tahun ini menjadi buah bibir masyarakat Sulsel terlebih Kabupaten Gowa.
Tiga anggota Paskibraka itu adalah Nadhif Infanteri Ibha (SMAN 1 Gowa) dan Aliah Sakira (SMAN 14 Makassar). Kedua pelajar ini telah menjadi Paskibraka Nasional dan baru saja kembali dari tugasnya mengibarkan sang saka merah putih di Istana Merdeka Jakarta. Sedang satu lagi yakni Alif (juga SMAN 14 Makassar) yang menjadi Paskibraka Sulsel dan telah menjalankan tugas yang sama seperti Nadhif dan Aliah.
Saat menjamu ketiga putra putri terbaik Gowa dan Makassar ini, Dandim Gowa ini mengaku punya alasan sendiri.
“Saya sengaja mengundang mereka bertiga karena pertama saya melihat mereka melaksanakan tugas mengibarkan bendera di Istana Merdeka, saya tetiba haru dan bangga. Kagum saya berlipat-lipat. Saya mengatakan alhamdulillah putra putri kita ternyata mampu berkiprah di kancah nasional dan provinsi. Saya sangat mengapresiasi mereka bertiga. Nadhif adalah siswa SMAN 1 Gowa, dia adalah putra anggota Kodim 1409 Gowa yakni Letda Iqbal Basar, kemudian ananda Aliah adalah siswi SMAN 14 Makassar dan itu adalah sekolah saya dulu waktu masih sekolah di Makassar. Alhamdulillah almamater saya itu ternyata kini punya orang-orang hebat seperti Aliah yang bisa jadi anggota Paskibraka nasional mewakili Sulsel. Dan Alif juga siswa SMAN 14 Makassar yang mampu mewakili Gowa menjadi Paskibraka Sulsel dan mengibarkan bendera merah putih di halaman rumah jabatan Gubernur Provinsi Sulsel, ” kata Dandim Gowa.
Dandim Gowa mengaku, dirinya memang asli dari Jawa namun dia dibesarkan di Kota Makassar dan kemudian bersekolah di Makassar. Salah satunya adalah di SMAN 14 Makassar.
Saking kagumnya pada postur tubuh para paskibraka ini, Dandim Gowa pun menganjurkan agar ketiga pelajar ini mau menjadi alat negara yakni melanjutkan cita-cita masuk pendidikan Akpol ataupun Akmil kelak.
“Postur kalian yang tinggi sangat mendukung. Saya jadi heran, kok kalian pada tinggi-tinggi yaa. Hei makan apa,? Tanya Letkol Heri Kuswanto tertawa diikuti suara tawa Nadhif, Aliah dan Alif. Ketiganya kompak mengatakan bisa tinggi karena renang.
Dandim Gowa lalu meminta apa saja yang menjadj suka duka bagi Nadhif, Aliah dan Alif selama ikut karantina Paskibraka. Ketiganya membeberkan pengalamannya. Aliah dan Nadhif mengisahkan duka selama karantina karena ternyata barak yang dihuninya terkesan angker sehingga instruktur sempat mendatangkan dukun untuk mengusir makhluk halus yang bercokol. Namun sukanya, kata Aliah dan Nadhif karena mereka bisa bertemu teman se Paskibra dari se nusantara. Hal sama dikatakan Alif. Meski hanya skala provinsi namun dia juga bersua dengan puluhan anggota Paskibraka dari berbagai kabupaten kota se Sulsel.
Pertemuan Dandim Gowa dengan ketiga anggota Paskibraka 2025 ini disertai orangtua Nadhif, kakak Aliah juga keluarga Alif serta guru pembina Paskibraka SMAN 14 Makassar.
“Saya berharap langkah Nadhif, Aliah dan Alif menjadi wakil Sulsel di Nasional bisa diikuti generasi berikutnya. Karena itu saya ajak, anak-anak sekolah yang saat ini masih di SMP agar mempersiapkan diri dari sekarang jika ingin menjadi anggota Paskibraka, baik di itu di sekolahan, di kabupaten, di provinsi apalagi bercita-cita ke nasional. Ayo tingkatkan prestasi, tingkat disiplin dan rajin belajar. Jadilah generasi sehat untuk bangsa dan negara, ” kata Dandim Gowa. –
