Site icon Ujung Jari

Terkuak! Permainan Nilai TPA di SMAN 12 Makassar, Disdik Sulsel Diduga Terlibat

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM -– Skandal manipulasi data kelulusan siswa di SMAN 12 Makassar kian menyeruak dan memunculkan tanda tanya besar.

Sejumlah warga melaporkan adanya perubahan nilai TPA mencurigakan pada skor seorang siswa yang sebelumnya rendah, namun tiba-tiba melonjak tinggi di sistem online hingga dinyatakan lulus.

Ironisnya, setelah kabar ini terungkap ke publik, siswa yang bersangkutan justru dikeluarkan pihak sekolah tanpa penjelasan yang jelas. Langkah tersebut memicu dugaan adanya upaya menutupi praktik manipulasi yang lebih besar.

Tidak hanya sekolah, sorotan kini mengarah ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Publik menilai Disdik Sulsel tidak bisa lepas tangan, mengingat sistem PPDB online dikelola dan berada dalam pengawasan langsung dinas. Artinya, perubahan data tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan atau celah di level pengendali sistem.

“Ini bukan lagi persoalan teknis di sekolah. Kalau sistem online bisa diutak-atik, berarti ada aktor yang lebih besar dan punya akses. Disdik Sulsel harus menjawab keterlibatan mereka,” tegas seorang aktivis pendidikan di Makassar.

Lebih jauh, kasus di SMAN 12 Makassar ditengarai hanyalah “puncak gunung es”. Ada indikasi praktik serupa juga terjadi di sekolah lain, sehingga publik menuntut audit menyeluruh terhadap proses penerimaan siswa baru di Sulawesi Selatan.

Pemerhati pendidikan meminta gubernur dan aparat penegak hukum turun tangan mengusut skandal ini, agar tidak hanya berhenti pada satu siswa atau satu sekolah. Transparansi dan integritas sistem PPDB dinilai harus dipulihkan agar kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tidak runtuh.

“Kalau benar ada permainan nilai, itu kejahatan pendidikan. Bukan hanya mencederai anak didik, tapi juga menghancurkan fondasi keadilan dalam dunia sekolah. Disdik Sulsel harus bertanggung jawab, bukan malah diam,” tambahnya.

Publik kini menanti keberanian Dinas Pendidikan Sulsel memberikan klarifikasi resmi, sekaligus mengungkap siapa “motor” di balik permainan nilai yang telah merusak kredibilitas sistem pendidikan di daerah ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel M Ikbal Najamuddin yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, enggan memberi penjelasan. Saat dikonfirmasi, dia tak merespon WA dari media ini.  (**)

Exit mobile version