MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Aksi anarkis rakyat Sulsel yang mengepung kantor DPRD Kota Makassar di Jl AP Pettarani, pada Jum’at (29/8) malam tak terhalangi. Aksi ini berhasil membakar gedung wakil rakyat tersebut dengan sangat anarkis.
Tiga jiwa melayang dalam insiden kebakaran gedung DPRD tersebut. Mereka yang jadi korban adalah Syaiful (Kasi Kesra Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah) akibat melompat dari lantai 4, Akbar alias Ubay (fotografer Humas DPRD Kota Makassar) yang terjebak api ditemukan tewas terbakar sambil memegang HP didadanya, Sarina (ajudan staf anggota DPRD Kota Makassar Andi Tenri Uji dari PDIP) terjebak dan ditemukan hangus terbakar setelah api padam. Sedangkan Budi (anggota Satpol PP) yang juga melompat dari lantai 4 kini dinyatakan selamat setelah perawatan intensif medis.
Dalam situasi mencekam ini, Panglima Divisi Infanteri 3 Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangdivif 3 Kostrad) Mayjen TNI Bangun Nawoko langsung ke Makassar. Ratusan prajurit dikerahkan untuk melakukan bantuan pengamanan di lokasi kejadian.
Pangdivif 3 Kostrad mengenakan seragam PDH dan mengganti baretnya dengan songkok khas pabiring atau songkok khas suku Makassar masuk ke tengah massa dan memberikan kata-kata penenang agar kondisi menjadi kondusif.
Saat berada di lokasi, ribuan massa tak diketahui jumlah realnya memadati kawasan Pettarani dekat pertigaan Jl Hertasning samping gedung DPRD Makassar. Kobaran api yang menjulang tinggi ke angkasa membuat masyarakat sekitarnya semakin was-was. Pasalnya di dekat gedung DPRD padat pemukiman, pusat pertokoan, ruko, dan tempat aktivitas masyarakat lainnya.
Karena padatnya massa, armada mobil Damkar kesulitan mendekat ke sumber api. Di saat itulah prajurit Divif 3 Kostrad membuka jalan untuk Damkar. Pangdivif 3 Kostrad berada di garda terdepan mengawal armada Damkar agar mendapatkan akses masuk.
Pangdivif 3 langsung menenangkan massa yang kemudian massa pun menurut mengikuti komando membuka jalan. Di tengah kerusuhan itu, sejumlah warga pun terdampak. Ada yang luka-luka karena jatuh dan lain sebagainya sehingga prajurit TNI Kostrad langsung membagikan air minum kepada warga terdampak. Juga memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat yang mengalami luka.
Kostrad turun semata untuk membantu agar situasi dan kondisi kerusuhan bisa teratasi dengan baik dan kembali normal.
“Kehadiran Divif 3 Kostrad di tengah kekacauan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir untuk rakyat. Kami hadir mengutamakan keselamatan rakyat, sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian prajurit bukan hanya di medan latihan dan pertempuran, tapi juga di tengah rakyat saat membutuhkan pertolongan, ” kata Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Bangun Nawoko. –
