GOWA, UJUNGJARI.COM — Demi menjaga aset-aset daerah dari sentuhan demonstran, akhirnya Pemkab Gowa mengerahkan sebanyak 348 orang personel Satpol PP Kabupaten Gowa.
Pengamanan aset daerah saat ini dilakukan Pemkab Gowa merujuk sejumlah pembakaran gedung-gedung milik negara seperti pembakaran gedung DPRD Makassar yang terjadi beberapa hari lalu pasca pengrusakan gedung wakil rakyat di provinsi Sulsel, gedung DPR RI dan gedung wakil rakyat di daerah lainnya, setelah pemerintah pusat mengumumkan
Suasana saat ini memang memanas setelah isu kenaikan gaji DPR RI digelontorkan pemerintah pusat hingga menyulut kemarahan rakyat Indonesia.
Karena itu Pemkab Gowa pun berusaha melakukan penjagaan aset dari sentuhan para demonstran yang bisa terjadi kapan saja.
Pengerahan 348 personel Satpol PP ini seperti ditegaskan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin saat memimpin Apel Gelar Pasukan di halaman kantor Bupati Gowa pada Rabu (3/9) siang, bahwa upaya itu dilakukan Pemkab Gowa semata-mata untuk mengamankan aset daerah dati sentuhan aksi demonstrasi yang kapan saja bisa terjadi jika terlena.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari proses pengamanan, sesuai tugas pokok dan fungsi dari Satpol PP yang harus terus ditingkatkan. Kita kumpulkan ratusan personel Satpol ini untuk pengamanan objek-objek vital kita, bukan untuk berhadapan dengan adik kita yang melakukan demonstrasi tapi bagaimana caranya kita menjaga aset yang telah dibangun dari pajak uang rakyat ini,” papar DM sapaan akrab Wakil Bupati Gowa.
DM berharap hari ini dan seterusnya para personel harus makin loyal. Posisi Satpol PP harus ada pada garda terdepan dalam menjaga aset daerah atau yang dibangun oleh negara.
“Kita harus menjaga apa yang telah kita miliki hari ini. Peran Satpol PP sangat dibutuhkan dalam mengamankan dan menegakkan peraturan daerah serta peraturan bupati hingga hari ini,” kata DM.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Firman Djamaluddin mengatakan 348 personel yang disiapkan akan dibagi pada dua titik pengamanan yakni di kantor Bupati Gowa dan kantor DPRD Gowa, dimana kedua lokasi ini menjadi titik demonstrasi dari beberapa organisasi di Gowa.
“Sebenarnya 390 personel, hanya saja sebagian telah bertugas tadi malam, sehingga hari ini kita turunkan 348 personel yang bertugas melakukan pengamanan aset di dalam kantor daerah dan kantor DPRD,” kata Firman.
Asisten III Setkab Gowa ini pun mengimbau agar para pemuda dari berbagai organisasi yang melakukan demonstrasi untuk tidak anarkis.
“Menyuarakan pendapat boleh dilakukan selama sesuai dengan ketentuan dan tidak merusak. Kami minta semua teman-teman, masyarakat maupun mahasiswa supaya tidak ikut terlibat di dalam demo anarkis. Silahkan menyampaikan aspirasi sepanjang itu sesuai ketentuan dan tidak anarkis serta tidak merusak yang merugikan kita semua,” kata Firman. –
