MAKSSAR, UJUNGJARI.COM — Selain gedung DPRD yang terbakar, Pemkot Makassar mencatat kerugian yang cukup besar dari kerusakan dan dijarahnya mobiler hingga barang elektronik.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan, kerugian diperkirakan mencapai Rp70 miliar.
“Dari hasil taksasi terkait kerugian mobiler, peralatan elektronik, yang terbakar akibat kerusuhan, kerugian diperkirakan mencapai Rp70 miliar,” kata Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat mengatakan angka ini diperoleh dari data inventarisasi aset yang dihimpun di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Makassar.
“Semua sudah kita maksimalkan dinda, kerjasama kita dengan bidang aset itu sudah menginventarisir semua mobiler dan perangkat elektronik yang masuk ke inventarisir kami,” jelasnya.
Rahmat melanjutkan, saat ini tersisa inventarisir terhadap arsip-arsip yang terbakar. Ia mengatakan pihaknya masih kesulitan melakukan ini lantaran bentuknya tak lagi bisa dikenali.
“Susah kita inventarisasi. Karena masih ada SPJ kita yang belum kita digitalisasi, kita belum scan-scan, ada beberapa hard copy yang belum kota scan,” jelasnya.
Ia mengatakan akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan inspektorat dengan data arsip ini, bagaimana langkah selanjutnya.
Beberapa dokumen yang belum didigitalisasi tersebut seperti daftar hadir dan tandatangan rapat, hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), hingga pertanggungjawaban adminstrasi.
“Hasil RDP ini sebenarnya tidak ada masalah asal ada notulennya, kita kan juga merekam, tapi daftar hadirnya juga orang, yang bersifat hard copy itu yang kita mau benahi. Memang sebagian besar itu arsip,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Fadli Tahar mengatakan, pihaknya juga masih terus berkoordiasi dengan kesekwanan terkait data-data kerusakan internal gedung.
Sebelumnya BPBD L Kota Makassar telah mencatatkan angka sementara kerugian mencapai Rp253,4 miliar. Angka ini mencakup nolai gedung, hingga kendaraan yang terbakar.
Fadli mengatakan timnya juga terus bergerak melakukan pendampingan kepada korban. Ia mengatakan total sudah ada lima orang yang melakukan konsultasi psikis.
“Ada lima orang khusus untuk kasus kebakaran di DPRD ini. Itu dari staf dan pejabat,” ujarnya.
Sementara itu untuk anggota dewan kata dia belum ada yang meminta untuk diberikan konseling.
“Kami sudah sampaikan ke mereka terkait adanya konseling trauma healing ini, tapi dari anggota dewan ini, belum ada yang hubungi kami,” terangnya. (rhm)
