GOWA, UJUNGJARI.COM — Tantangan ke depan adalah anggaran desa akan meningkat setiap tahun. Selain itu, bagaimana memastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) menjadi sangat krusial. Paradigma pengawasan kini bukan lagi sekadar mencari kesalahan tapi menjadi bagian dari solusi.
“APIP harus mampu memberi jaminan kualitas sekaligus menjadi mitra strategis dalam penyelesaian masalah,” kata Bupati Gowa Husniah Talenrang saat membuka Bimtek Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa di Hotel Horison, Makassar pada Kamis (11/9).
Dalam bimtek yang diikuti ratusan peserta terdiri atas 121 kepala desa, 121 kaur keuangan desa serta 25 auditor dari Inspektorat Kabupaten Gowa dan berlangsung selama tiga hari mulai 11-13 September 2025.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPKP Perwakilan Sulawesi Selatan, KPP Pratama Bantaeng serta Inspektorat Kabupaten Gowa.
Ditegaskan bupati Husniah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mempertegas penguatan peran APIP dalam menjaga kualitas tata kelola keuangan desa melalui Bimtek Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Gowa.
“APIP didorong tidak hanya sebagai pengawas administratif tapi juga mitra strategis dalam memastikan transparansi, akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran desa. Pengelolaan keuangan desa harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menjawab tuntutan transparansi publik, ” kata Husniah.
Ditegaskannya, penatausahaan berbasis digital akan meningkatkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas, sekaligus mendukung transformasi tata kelola pemerintahan yang menjadi misi Pemerintah Kabupaten Gowa.
Husniah pun berharap seluruh peserta memetik ilmu dari bimtek ini agar mampu membangun pemerintahan desa yang inovatif, unggul dan aspiratif dan dapat diterapkan dalam tata kelola desa.
“Pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel adalah kunci agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok,” tambah bupati.
Ke depan tambah bupati perempuan pertama Gowa ini, desa harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan akuntabel.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa Muh Agus Salim Harahap mengatakan, kegiatan Bimtek ini diikuti para kepala desa, aparat desa dan auditor internal pemerintah daerah dengan tujuan memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel dan berbasis digital.
Dikatakan Agus, selama tiga hari ke depan, para peserta mendapatkan materi dari narasumber masing-masing dari BPKP Perwakilan Sulawesi Selatan, KPP Pratama Bantaeng, serta Inspektorat Kabupaten Gowa.
“Dengan komposisi kepesertaan ini, kegiatan diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas fungsi dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan desa baik dari aspek perpajakan dan aplikasi pelaporan digital, hingga penguatan peran pengawasan internal. Melalui Bimtek ini, Kabupaten Gowa berkomitmen menghadirkan pemerintahan desa yang lebih efektif, efisien dan akuntabel sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat, ” jelas Inspektur Inspektorat Gowa ini. –
