Site icon Ujung Jari

Soal Panggung Aspirasi Demonstran, Legislator PKS Bulukumba Safiuddin Beri Tanggapan

BULUKUMBA,UJUNGJRI.COM— Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bulukumba, H Safiuddin menanggapi rencana Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf menyiapkan panggung aspirasi untuk aksi-aksi demonstrasi.

Safiuddin berpendapat, keberadaan panggung aspirasi nantinya bisa lebih efektif dalam penyaluran setiap aspirasi dari kelompok masyarakat dan mahasiswa. Dia berharap, keberadaan panggung aspirasi bisa berdampak lebih positif.

“Saya kira rencana Bupati menyiapkan panggung aspirasi sangat bagus,” kata Safiuddin seusai Pemkab Bulukumba menggelar seri dialog publik di lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Rabu (10/9).

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PKS di DPRD Kabupaten Bulukumba ini menyatakan, bahwasanya, Bulukumba dikenal sebagai daerah yang masyarakat dan mahasiswanya cukup kritis. Dengan adanya panggung aspirasi, kritik tersebut bisa lebih terarah.

“Aksi-aksi demonstrasi nantinya bisa langsung didengar oleh pemerintah. Apalagi lokasinya berdekatan langsung dengan Kantor Bupati dan Gedung Pinisi Bulukumba,” ujar Safiuddin.

Dia berpandangan, anggota DPRD merupakan penyambung lidah masyarakat di parlemen. Sehingga setiap ada aksi demonstrasi di panggung aspirasi, anggota DPRD melalui mitra komisi bisa menyaksikan langsung apa-apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

“Jadi anggota DPRD juga bisa melihat dan mendengar aspirasi secara langsung. Bahkan bisa langsung berdialog oleh pembawa aspirasi,” jelas Safiuddin.

Seratusan peserta lintas organisasi masyarakat, kepemudaan dan mahasiswa berdialog langsung dengan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf, Wakil Bupati Andi Edy Manaf, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bulukumba.

Dialog yang dipandu oleh Kepala Badan Kesbangpol Bulukumba, Ahmad Arfan dimulai setelah salat Asar. Selanjutnya dialog ditunda saat memasuki azan Magrib dan dilanjutkan kembali seusai salat Isya.

Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf meminta agar semua elemen masyarakat bisa menyampaikan langsung permasalahan yang terjadi tanpa harus melakukan aksi demonstrasi. Sebab aksi demonstrasi bisa menghambat aktivitas ekonomi.

“Bayangkan saja kalau terjadi macet, ada berapa pengendara yang mengeluh, ada berapa pelaku usaha yang terhambat. Jadi saya minta saudaraku semua untuk menyampaikan langsung jika ada masalah,” ungkapnya.

Namun demikian, bupati yang akrab disapa Andi Utta mengaku bukan tipikal pemimpin yang anti-kritik. Justru sebaliknya, dialog publik dilaksanakan untuk menampung beragam kritik dan masukan masyarakat.

Andi Utta juga menghargai kebebasan menyampaikan pendapat di depan umum. Bahkan dia menyebut, pemerintah daerah akan menyiapkan panggung aspirasi di satu lokasi.

“Tribun lapangan pemuda juga akan difungsikan sebagai panggung aspirasi. Semua OPD harus melayani aspirasi yang ada di sana nantinya. Jadi aspirasinya didengar langsung,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, Panggung Aspirasi ini akan dilaunching yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama mengawal demokrasi yang lebih terbuka dan bertanggungjawab. (ful)

Exit mobile version