Site icon Ujung Jari

CIMB Niaga, Bank Asing Penyelamat UMKM di Timur Indonesia

KEBERPIHAKAN pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi pembeda Bank CIMB Niaga dibandingkan sejumlah bank asing lainnya yang eksis di Indonesia. Kehadiran bank asal Malaysia ini menjadi dewa penyelamat pelaku UMKM, terutama di timur Indonesia.

Melalui Program Community Link #JadiBerkelanjutan, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkomitmen mendukung pengembangan UMKM di timur Indonesia. Tahun ini, berkolaborasi dengan Yayasan Berdaya Bareng, ada 50 UMKM di timur Indonesia yang mendapatkan dukungan pengembangan usaha.

Program yang dimulai sejak 2022 ini telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 690 pelaku UMKM di wilayah Balikpapan, Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar), Manado, Toraja, Kupang, dan Samarinda.

“Dari jumlah tersebut, 150 UMKM telah memperoleh akses keuangan tanpa bunga yang membantu mereka memperluas skala usaha secara mandiri,” ujar Branch Area Head Kalimantan Region Area VII CIMB Niaga Heny Susetyorini, Juli lalu.

Heny mengatakan, bank yang tahun ini genap berusia 70 tahun itu terus mendukung pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat, khususnya UMKM wanita dan teman disabilitas di Indonesia Timur yang selama ini memiliki akses pembiayaan perbankan yang terbatas.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Community Link #JadiBerkelanjutan bertajuk Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan yang kini telah memasuki musim ketiga. Dengan keberhasilan pelaksanaan musim ketiga ini, pihaknya berharap, inisiatif ini dapat terus berlanjut dan diperluas.

Sejak awal, program ini secara konsisten membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha dari kelompok rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen CIMB Niaga dalam membangun sistem ekonomi yang inklusif, dengan memberikan kesempatan setara untuk bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Pada musim ketiga tahun 2024, program telah berhasil menjaring 448 pendaftar. Setelah melalui tahapan seleksi berupa pelatihan online (272 peserta) dan pelatihan offline (129 peserta), terpilih 50 UMKM yang menerima manfaat penuh dari program ini.

“Manfaat tersebut mulai diberikan berupa pinjaman tanpa bunga serta pendampingan intensif untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka,” katanya.

Sebagai bagian dari proses monitoring dan penguatan dampak, CIMB Niaga juga melakukan kunjungan langsung (site visitsite) ke beberapa UMKM binaan lintas angkatan.

Salah satu UMKM binaan CIMB Niaga adalah Azzakhra Food di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. UMKM yang memproduksi aneka bakso dan abon itu terbilang sukses dan telah memberdayakan emak-emak di sekitar rumah produksi.

Owner Azzakhra Food, Kamaruddin Kohar, menyampaikan pengembangan usahanya sangat terbantu berkat dukungan CIMB Niaga dan Yayasan Berdaya Bareng. Pihaknya mendapatkan pinjaman tanpa bunga untuk tambahan modal usaha serta mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha.

Kamaruddin mengatakan selain mendapatkan modal pinjaman tanpa bunga, ia juga dibekali pengetahuan BMC (Business Model Canvas). Sejak bergabung dengan CIMB Niaga, Kamaruddin makin percaya diri menggeluti bisnisnya karena senantiasa didampingi fasilitator dan saling berbagi pengalaman.

Saat ini, produksi dari Azzakhra Food terbilang cukup besar. Rata-rata untuk periode normal khusus untuk bakso mencapai 500 kilogram per bulan. Bahkan, produksinya kadang-kadang menembus 1 ton saat lebaran. Itu terdiri dari bakso ikan, bakso ayam, dan bakso daging. Sedangkan untuk abon terdiri dari abon daging, ayam, ikan, dan telur.

“Alhamdulillah berkat dukungan CIMB Niaga, produksi dan permintaan abon kami terus naik. Pasarannya tidak hanya sekitar Maros, tetapi sudah menyeberang lintas provinsi hingga Sulawesi Barat,” ungkap Kamaruddin yang mendirikan Azzakhra Food sejak 2010 itu.

Founder Berdaya Bareng, Nicky Clara, mengakui UMKM asal Sulawesi Selatan memang cukup dominan. Mayoritas UMKM binaannya bersama CIMB Niaga terbanyak dari provinsi ini. Dari 50 UMKM terpilih, sebanyak 29 UMKM dari Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.

“Di Makassar ada 29 (UMKM), sisanya ada 21 (UMKM) itu tersebar di Manado, Lombok, Balikpapan, Samarinda, dan Banjarmasin. UMKM dipilih dengan melihat report dan perkembangannya secara aktif. Nah, salah satunya yang cukup aktif ya Azzakhra Food,” ujarnya.

Secara umum, total mulanya ada 200 UMKM di Indonesia Timur yang telah mengikuti pelatihan dan pemberdayaan ekonomi dalam program tersebut. Adapun dukungan diberikan dalam bentuk pinjaman tanpa bunga untuk tambahan modal usaha, pelatihan lanjutan, serta mentoring dan pendampingan usaha.

Program Community Link #JadiBerkelanjutan merupakan bagian dari implementasi Sustainability CIMB Niaga, khususnya pilar CSR bidang pemberdayaan ekonomi. Program difokuskan untuk pelaku UMKM wanita dan teman disabilitas di Indonesia Timur (Makassar, Toraja, Manado, Balikpapan, dan Samarinda) yang selama ini belum banyak terjangkau pembiayaan perbankan.

Berkolaborasi dengan Yayasan Berdaya Bareng, program yang diluncurkan sejak 21 Oktober 2022 ini, memberikan berbagai pelatihan kepada peserta mulai dari kewirausahaan, literasi keuangan, akses digital, hingga social media marketing.

Selain Azzakhra Food, UMKM lain binaan CIMB Niaga di Makassar adalah La Unti (UMKM kuliner pisang ijo khas Makassar) dan AT Craft (UMKM produk rajutan berbahan kain).

Head of Region Indonesia Timur & Bali Nusra CIMB Niaga, Ahmad S. Ilham, menyampaikan lewat program ini, pihaknya mendorong UMKM berkembang hingga bisa naik kelas. Diharapkan UMKM binaan kelak dapat mengakses pembiayaan bank untuk mengembangkan usahanya.

“Diharapkan nanti bisa bankable dan bisa terus berkembang, bisa naik kelas,” ucapnya.

Selain bantuan modal tanpa bunga, beragam pola pembinaan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus dilakukan bank asing ini. Di Makassar pada Ramadan 2025, CIMB Niaga membantu 250 pelaku UMKM binaan dalam mendapatkan akses berjualan di delapan titik yang tersebar di masjid-masjid dan wilayah perbelanjaan Panakkukang Makassar.

Secara umum Bank CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan pembiayaan ke sektor Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM dapat menembus 9% hingga 10% pada akhir tahun 2025 ini.

Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga Tony Tardjo mengatakan sejauh ini pertumbuhan positif pada penyaluran kredit untuk segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Per akhir kuartal I/2025, pertumbuhan kredit UKM BNGA, sebutnya, mencapai hampir 8% secara tahunan (year-on-year/YoY).

“Melihat kondisi ekonomi secara global, kami menyalurkan kredit UKM dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, untuk dapat menjaga kualitas kredit segmen UKM CIMB Niaga,” katanya beberapa waktu lalu.

Untuk meningkatkan akses pembiayaan, kata Tony, pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah strategis. Salah satunya, menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra guna memperluas pembiayaan digital dan menyediakan kredit bersubsidi untuk UKM yang bergerak di sektor energi berkelanjutan. Selain itu, juga pengembangan layanan digital melalui platform BizChannel@CIMB, yang memberikan kemudahan bagi pelaku UKM dalam mengakses layanan perbankan secara efisien.

Bukan itu saja. CIMB Niaga juga mendorong daya saing UKM nasional di pasar ekspor. Bank ini mengoptimalkan jaringan regional melalui CIMB Group di kawasan Asia Tenggara, serta menyediakan solusi pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang sesuai dengan regulasi terbaru.

Beragam program pembinaan dan pendampingan bagi UMKM ini menjadi pembeda CIMB Niaga dengan tujuh bank asing lainnya di Indonesia yang diawasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bisa dibilang, saat ini CIMB Niaga merupakan bank asing paling Indonesia. (fachruddin palapa)

Exit mobile version