JAKARTA,UJUNGJARI.COM–Universitas Negeri Makassar (UNM) masuk daftar perguruan tinggi yang terbanyak mendapatkan program inovasi seni nusantara dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) 20226.
Sepuluh judul proposal dari Universitas Negeri Makassar dinyatakan lolos program inovasi ini. Capaian itu membuat UNM masuk peringkat lima unggul nasional.
“UNM mengajukan 15 judul proposal, dan berhasil 10 judul dengan biaya antara Rp 70 juta sampai 150 juta,” kata Rektor UNM Prof Karta Jayadi.
Program Inovasi Seni Nusantara merupakan program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk melestarikan, mengembangkan, dan merevitalisasi ragam seni budaya Nusantara. Program ini juga menjadi upaya penguatan identitas kebangsaan melalui kajian akademik, diskusi, penelitian, dan kolaborasi, agar karakter kebangsaan tetap terjaga.
“Program ini terbuka bagi semua PTN maupun PTS melalui kompetisi yang ketat, dengan penilaian dari berbagai sudut,” ujarnya.
Karta Jayadi menambahkan Program Inovasi Seni Nusantara sepenuhnya merupakan kompetisi milik Kemdiktisaintek. Dia menegaskan dana dan seluruh penyelenggaraan program ini juga berasal dari Kemdiktisaintek.
“Urutan ke 5 untuk khusus penelitian program Inovasi Seni Nusantara. Proposal yang masuk 996 PISN, yang lolos sekitar 71 judul,” sambungnya.
Perguruan tinggi peringkat pertama penerima progam ini adalah Institut Seni Indonesia (ISI) Surabaya dengan 23 proposal. Selanjutnya ISI Yogyakarta dan Universitas Pendidikan Ganesha masing-masing 13 judul, peringkat empat ISBI Bandung, dan peringkat lima UNM Makassar.
Setidaknya ada 125 Perguruan Tinggi Negeri dan sekitar 700 Perguruan Tinggi Swasta yang biasanya ikut mengajukan proposal karena memiliki kajian seni budaya. Hanya saja, dana untuk Program Inovasi Seni Nusantara terbatas sehingga tidak banyak yang dapat difasilitasi.
“Memang terbatas dana untuk program Inovasi Seni Nusantara sehingga tidak banyak yang dapat difasilitasi oleh Perguruan Tinggi. Namun secara internal ada juga dana untuk penelitian dan pengabdian seni budaya,” terang Karta Jayadi.
Guru besar antropologi seni ini menambahkan, UNM setiap tahun memberi kesempatan kepada civitas akademika untuk berkompetisi dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dia menegaskan hal ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan akademik dan penelitian di kampus.
“UNM setiap tahun memberi kesempatan ke civitas akademika untuk berkompetisi dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya. (bs)
