Site icon Ujung Jari

Lurah akan Dikarantina Tiga Hari di Malino

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Seluruh lurah yang baru saja dilantik mengikuti Bimbingan Teknik sebagian bagian transformasi kapasitas.

Bimtek digelar 6 hingga 9 September 2025 di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).

Setelah bimtek transformasi kapasitas, para lurah akan melakukan retret di Kota Bunga, Malino, selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Desember mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu menerangkan kegiatan retret ini dilakukan untuk menyatukan persepsi dalam merealisasikan visi, misa dan program prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (Mulia).

Selain itu, kata wanita yang akrab disapa Memi, mereka juga akan dibekali berbagai materi terkait service exellent, bagaimana lurah menghadapi masyarakat dengan baik karena sebagai abdi negara, para lurah adalah pelayan masyarakat.

Sengaja dipilih Malino sebagai lokasi retret, agar para lurah bisa lebih fokus dalam menjalani proses pelatihan dan pendalaman materi.

“Di sana, mereka lebih banyak akan dilatih menumbuhkan jiwa kepemimpinan, berkolaborasi antar kelurahan, dan lainnya,” imbuh Memi.

Secara khusus, Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham akan turun langsung memberi materi kepada para lurah.

“Pak Wali akan menyampaikan materi pada Sabtu malam, sementara Bu Wawali hari Jumat malam,” kata Memi.

Dia menambahkan, para lurah nantinya juga akan mengunjungi kebun sayur yang diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk urban farming di wilayah masing-masing.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan peran lurah sangat vital karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, dibutuhkan strategi untuk menyelaraskan langkah
agar program pemerintah berjalan seragam dan tidak ditafsirkan berbeda-beda di lapangan.

“Saya tidak mau ada yang fals, ini ibarat orkestra. Semua harus menghasilkan harmoni nada yang sama,” tegas Munafri.

Lebih lanjut, Munafri menekankan sejumlah poin utama mulai dari pola pelayanan publik, transformasi digital, sistem pengadaan barang/jasa, hingga penguatan leadership.

Menurutnya, pelayanan publik harus tersampaikan dengan sempurna, sementara digitalisasi harus dimanfaatkan untuk mempermudah, bukan mempersulit pelayanan masyarakat dan pekerjaan di sektor kelurahan.

Lebih jauh, Munafri menyoroti soal integritas sebagai nilai utama yang wajib dijaga.

Para lurah dituntut untuk menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, pelayanan publik yang maksimal, dan komitmen penuh dalam menyelesaikan persoalan warga di wilayah masing-masing.

“Jabatan bisa hilang, rumah bisa hilang, kendaraan bisa hilang. Tapi integritas jangan pernah hilang, sengaja maupun tidak. Saya tidak pernah main-
main soal integritas,” tegasnya. (rhm)

Exit mobile version