Site icon Ujung Jari

Tasming Hamid: Kinerja ASN Berawal dari Nilai di Pusjar SKMP LAN

MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, SE., M.H. hadir sebagai narasumber
dalam Ceramah Kepemimpinan Manajemen Kinerja pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVIII dan XIX di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar, Selasa, 7 Oktober 2025.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Maylitha Achmad, S.Psi., MBA, yang membuka sesi dengan memperkenalkan seluruh peserta dari dua angkatan pelatihan.

Pelatihan yang mengusung tema “Peningkatan Kinerja Kepemimpinan dalam Mendukung Transformasi Tata Kelola Pemerintahan” ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi visi-misi pemerintah dan Asta Cita ke-7, khususnya pada aspek reformasi birokrasi berbasis kinerja.

Sebanyak 76 peserta mengikuti pelatihan, terdiri atas 38 peserta Angkatan XVIII dan 38 peserta Angkatan XIX, yang berasal dari berbagai instansi di Sulawesi dan Papua Barat, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Bulukumba, Soppeng, Selayar, Barru, Kotawaringin Timur, Donggala, Poso, Raja Ampat, Sorong, Takalar, dan Kota Palopo.

Manajemen Kinerja sebagai Pilar Akuntabilitas Pemerintahan Dalam paparannya, Wali Kota Parepare menegaskan bahwa manajemen kinerja bukan sekadar urusan administrasi, melainkan mekanisme untuk memastikan pemerintahan berjalan
efektif, efisien, dan akuntabel.

Ia menekankan pentingnya penerapan Permenpan RB Nomor 6 Tahun 2022 sebagai acuan pengelolaan kinerja yang terencana, terukur, dan berorientasi hasil.

“Kinerja pemerintah daerah tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampaknya bagi masyarakat. Itulah
esensi manajemen kinerja,” ujarnya.

Tasming Hamid menambahkan, tujuan utama manajemen kinerja ialah meningkatkan pelayanan publik, mengoptimalkan anggaran, menjamin akuntabilitas, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Hal itu, katanya, hanya tercapai bila ASN menjadikan nilai BERAKHLAK sebagai landasan moral untuk bekerja dengan integritas dan memberikan
hasil nyata bagi publik.

Tantangan dan Strategi Kepemimpinan Daerah Tasming Hamid memetakan sejumlah tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini, mulai dari keterbatasan SDM dan anggaran, resistensi terhadap perubahan, hingga akurasi data yang masih lemah akibat sistem manual.

Menurutnya, perubahan birokrasi seringkali terhambat oleh kebiasaan lama yang membuat pegawai enggan beradaptasi. “Resistensi bukan berarti penolakan total, tetapi ketakutan yang muncul dari ketidaksiapan. Maka tugas pemimpin adalah menyiapkan jalan agar perubahan bisa diterima dengan logika dan hati,” jelasnya.

Tasming Hamid menegaskan tiga strategi utama dalam menerapkan manajemen kinerja di Kota Parepare. Pertama, membangun budaya kerja berbasis hasil melalui sistem penghargaan yang adil dan transparan untuk mendorong motivasi ASN. Kedua, meningkatkan kompetensi aparatur dengan pelatihan digital agar lebih adaptif terhadap analisis data dan percepatan pelaporan kinerja.

Ketiga, memperkuat partisipasi publik melalui survei daring dan forum tatap muka sebagai sarana masyarakat memberikan masukan dalam evaluasi kebijakan. Ketiga langkah ini saling terhubung, menciptakan tata kelola pemerintahan yang berorientasi hasil, transparan, dan partisipatif.

Dialog Interaktif dan Nilai Humanis

Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan reflektif. Peserta dari Bulukumba menanyakan cara menanamkan nilai BERAHLAK agar tidak sekadar menjadi jargon, sedangkan peserta dari Sulawesi Barat menyoroti strategi penyerapan anggaran agar tetap efektif tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Tasming Hamid menegaskan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi pada karakter dan niat tulus aparatur.

“Nilai BERAHLAK harus hidup dalam perilaku sehari-hari. ASN yang berintegritas tidak menunggu diawasi, tapi sadar bahwa kinerjanya adalah bentuk ibadah kepada masyarakat,” tuturnya.

“Anggaran yang terserap dengan baik bukan karena cepat dibelanjakan, tapi karena tepat sasaran dan memberi manfaat nyata. Ukuran sukses bukan serapan, tapi dampak.”

Menjelang akhir sesi, Maylitha Achmad, S.Psi., MBA menyampaikan refleksi yang menautkan sisi rasional dan emosional kepemimpinan. Ia menilai paparan Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, SE., M.H., tidak hanya membahas teknis manajemen kinerja, tetapi juga mengajak ASN meneguhkan kembali makna pelayanan publik.

“Pesan Bapak Wali Kota mengingatkan kita bahwa kepemimpinan sejati lahir dari nilai yang dihidupi, bukan sekadar target yang dicapai. Bekerja dengan nilai, melayani dengan hati, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” tutur Maylitha dengan suara bergetar lembut, menutup kegiatan dengan suasana penuh makna.

Kegiatan di Pusjar SKMP LAN Makassar ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun aparatur sipil negara yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi hasil, sejalan dengan semangat “ASN Kompeten, Rakyat Sejahtera” serta visi Bigger, Smarter, Better yang terus digelorakan Lembaga Administrasi Negara.

Adekamwa
Humas Pusjar SKMP LAN

Exit mobile version