MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah hotel di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar diduga kuat menjadi tempat praktik prostitusi online. Temuan ini mencuat setelah petugas dan warga sekitar mencurigai aktivitas mencurigakan yang kerap terjadi di beberapa penginapan di kawasan Biringkanaya dan Tamalanrea.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, praktik prostitusi online ini dijalankan dengan modus pesanan melalui aplikasi media sosial dan pesan instan.
Para pelaku, baik muncikari maupun pekerja seks, menggunakan akun palsu di platform seperti Telegram, Twitter, hingga aplikasi kencan untuk menawarkan layanan.
Setelah terjadi kesepakatan harga dan waktu, lokasi pertemuan diarahkan ke hotel-hotel tertentu yang dianggap “aman” dan mudah diakses tanpa banyak pemeriksaan identitas tamu.
Seorang sumber internal hotel Arbor yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa modus paling umum adalah dengan memesan kamar hanya untuk beberapa jam.
“Biasanya check-in sore, keluar malam. Kadang satu kamar bisa dipakai beberapa kali dalam sehari oleh orang berbeda,” ujarnya.
Praktik ini diduga berlangsung dengan kerjasama oknum pegawai hotel, yang memfasilitasi tamu tanpa menanyakan identitas lengkap, bahkan memberi akses lewat pintu samping agar tidak terpantau petugas keamanan atau CCTV utama.
Warga sekitar juga mulai resah dengan aktivitas mencurigakan di sekitar hotel-hotel tersebut. Salah satu warga di sekitar KIMA Square, Amir (45), mengaku sering melihat tamu keluar masuk di malam hari dengan mobil atau ojek online.
“Mereka datang bergantian, kadang cuma sejam dua jam. Sudah sering kita laporkan tapi belum ada tindakan tegas,” katanya.
Fenomena prostitusi online ini kian marak seiring dengan kemudahan akses teknologi. Pemerhati sosial, Siti Rahmawati, menilai bahwa lemahnya pengawasan hotel dan kurangnya sanksi tegas membuat praktik ini tumbuh subur.
“Selama ada permintaan dan hotel tidak melakukan verifikasi ketat terhadap tamu, maka praktik prostitusi online akan terus beradaptasi dengan modus baru,” katanya. (drw)
